Paduan suara Taiwan raih emas di World Choir Games di tengah larangan bendera

17/08/2026 15:29(Diperbaharui 17/08/2026 15:29)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Anggota Paduan Suara Nibun tampil selama kompetisi Musik Kontemporer di World Choir Games ke-14 di Helsingborg, Swedia. (Sumber Foto : CNA, 17 Agustus 2026)
Anggota Paduan Suara Nibun tampil selama kompetisi Musik Kontemporer di World Choir Games ke-14 di Helsingborg, Swedia. (Sumber Foto : CNA, 17 Agustus 2026)

Helsingborg, Swedia, 17 Agu. (CNA) Nibun Chorus Taiwan menambah dua medali emas ke dalam koleksi internasionalnya yang terus bertambah di ajang World Choir Games ke-14 di Swedia, meskipun terjadi perselisihan setelah panitia melarang penonton menampilkan bendera Republik Tiongkok (Taiwan).

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (15/8) di luar Helsingborg Concert Hall saat paduan suara adat tersebut melakukan pemanasan untuk kompetisi paduan suara campuran.

Seorang pendukung asal Swedia, Jorgen Grugaard, dihentikan oleh staf acara setelah ia membentangkan bendera ROC saat berbicara dengan seorang reporter CNA.

Penyelenggara juga memperingatkan reporter tersebut bahwa akreditasi pers akan dicabut jika bendera tersebut muncul dalam liputan berita.

Mereka mengatakan acara ini mengikuti "model Olimpiade", di mana tim Taiwan bertanding sebagai "Chinese Taipei" dan bendera ROC tidak diizinkan di lokasi kompetisi.

Jorgen Grugaard. (Sumber Foto : CNA, 17 Agustus 2026)
Jorgen Grugaard. (Sumber Foto : CNA, 17 Agustus 2026)

Grugaard, yang mengunjungi Taipei tahun ini untuk pertemuan Rotary International, mengatakan ia kecewa dengan pembatasan tersebut.

Ia mengatakan bahwa ia dan banyak warga Swedia mendukung Taiwan dan telah menghadiri empat pertunjukan paduan suara tersebut karena mereka mengagumi penyajian tradisi musik Taiwan yang beragam.

Pelatih vokal Nibun, Hsu Chia-lun (許家倫), mengatakan paduan suara telah mematuhi aturan seperti itu sejak mulai berkompetisi secara internasional pada tahun 2018.

Penyelenggara World Choir Games, Interkultur, menolak untuk diwawancarai mengenai isu bendera tersebut namun memberikan pernyataan tertulis, menyatakan bahwa mereka telah menerapkan peraturan yang sama sejak tahun 2000.

Organisasi tersebut mengatakan acaranya didasarkan pada "ide Olimpiade" dan mengikuti praktik Komite Olimpiade Internasional yang menggunakan nama "Chinese Taipei" untuk partisipasi Taiwan, mengacu pada Resolusi Nagoya 1979.

Interkultur mengatakan konvensi tersebut juga didasarkan pada kesepakatan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Chinese Taipei yang dicapai di Linz, Austria, pada tahun 2000.

Terlepas dari kontroversi tersebut, paduan suara memenangkan emas di kedua divisi kejuaraan Musik Kontemporer dan Paduan Suara Campuran dengan skor masing-masing 87,28 dan 88,38.

Ansambel ini, yang terdiri dari penyanyi dari distrik pedesaan Liouguei dan Baolai di Kaohsiung, membatalkan rencana mengenakan setelan formal dan memilih tampil tanpa alas kaki dengan busana tradisional Bunun dan Taivoan.

Dirigen Chen Chun-chih (陳俊志) mengatakan busana tersebut telah menjadi bagian dari identitas paduan suara selama empat penampilan mereka di Swedia, memberikan kepercayaan diri dan kebanggaan kepada anggota dalam mewakili Taiwan melalui musik.

"Kami mungkin tidak memiliki anggaran besar untuk pengadaan militer, tetapi kami memiliki suara yang kuat dan musik yang indah yang dapat membawa pengakuan bagi Taiwan," kata Chen.

Ia menambahkan bahwa penampilan paduan suara tersebut telah menghasilkan undangan untuk menggelar dua konser berbayar di Swedia.

Nibun Chorus juga menghadapi tekanan politik di Kompetisi Paduan Suara Internasional Tokyo 2025, di mana penamaan mereka diubah dari "Taiwan" menjadi "Chinese Taipei" setelah adanya protes dari Tiongkok. Namun demikian, mereka tetap berhasil meraih emas.

Tim Taiwan memenangkan total delapan medali emas dan satu medali perak di World Choir Games tahun ini, yang berlangsung dari 6-16 Agustus.

(Oleh Ku Yong-li, Evelyn Kao, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.