Kapten Taiwan dan 5 ABK migran diselamatkan pasca kebakaran kapal

22/07/2026 13:40(Diperbaharui 22/07/2026 13:40)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Cabang Armada CGA)
(Sumber Foto : Cabang Armada CGA)

Taipei, 22 Juli (CNA) Seorang kapten Taiwan dan lima anak buah kapal (ABK) Filipina hari Rabu (22/7) diselamatkan usai hanyut di rakit penyelamat selama hampir sepuluh jam, setelah kapal perikanan yang mereka awaki terbakar di perairan timur laut, kata Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA).

Cabang Armada CGA mengatakan pihaknya pada pukul 03.00 menerima laporan bahwa kapal perikanan yang terdaftar di Kota Keelung itu mengalami kebakaran di bagian kabin, di sekitar 50 mil laut timur laut Pulau Pengjia.

Api dengan cepat menyebar, sehingga para awak terpaksa meninggalkan kapal dan menggunakan rakit penyelamat sambil menunggu pertolongan, kata CGA, menambahkan bahwa kapal berbobot 600 ton mereka segera dikerahkan menuju lokasi.

Saat kapal CGA tiba pada sekitar pukul 04.00, kapal perikanan tersebut masih terbakar dengan asap tebal membumbung tinggi, menurut Cabang Armada.

(Sumber Foto : Cabang Armada CGA)
(Sumber Foto : Cabang Armada CGA)

Petugas juga menemukan sebuah rakit penyelamat di dekatnya yang membawa kapten bermarga Lin (林) dan lima ABK migran Filipina, kemudian segera melakukan operasi penyelamatan dan berhasil mengevakuasi mereka, kata CGA.

Setelah memastikan seluruhnya dalam kondisi selamat, kapal CGA melakukan upaya pemadaman, tetapi kapal perikanan itu pada akhirnya tenggelam pada sekitar pukul 05.00 akibat kebakaran hebat dan kemasukan air dalam jumlah besar.

Berdasarkan penyelidikan awal CGA, kapal tersebut mulai terbakar sekitar pukul 19.00 Selasa, dan para awak segera meninggalkannya untuk menyelamatkan diri dan hanyut selama hampir sepuluh jam sebelum berhasil diselamatkan.

Lin dan para ABK mengalami kelelahan akibat lama terombang-ambing di laut, kata CGA. Demi mempercepat waktu mendapatkan perawatan medis, kapal segera berlayar kembali menuju Keelung.

Karena kapal perikanan tersebut membawa sekitar 2 kiloliter bahan bakar, ditemukan area pencemaran minyak sepanjang sekitar 30 meter dan lebar 2 meter di lokasi tenggelam, menurut CGA.

CGA mengatakan pihaknya telah mengerahkan kapal lainnya menuju lokasi untuk terus memantau kondisi pencemaran minyak, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

(Oleh Wang Chao-yu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.