Taipei, 22 Juli (CNA) Seorang wanita Taiwan yang berulang kali meracuni seorang mahasiswa pertukaran asal Australia, sehingga membuatnya dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif, dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun dan dua bulan pada hari Rabu (22/7).
Pengadilan Distrik Taipei memvonis wanita bermarga Yang (楊) tersebut atas percobaan pembunuhan, menggambarkan kejahatannya sebagai tindakan yang direncanakan, kejam, dan menunjukkan ketidakpedulian terhadap nyawa manusia.
Pengadilan menemukan bahwa Yang telah meracuni Alex Shorey, yang saat itu berusia 23 tahun, setidaknya tiga kali dengan rodentisida "superwarfarin" pada tahun 2023, menyebabkan dia mengalami syok hipovolemik dan dehidrasi.
Para hakim mengatakan tindakan berulang Yang menunjukkan ketidakpedulian apakah Shorey hidup atau mati dan merupakan niat bersyarat untuk membunuh.
Jaksa mengatakan Yang mencampurkan racun ke dalam makanan dan minuman Shorey dalam upaya mencegahnya kembali ke Australia setelah menyelesaikan program bahasa Mandarin di sebuah universitas di Taiwan utara.
Menurut surat kabar berbahasa Mandarin United Daily News, Shorey bersaksi pada bulan Maret bahwa ia jatuh sakit parah setelah meminum jus anggur yang diberikan oleh Yang, yang berusia sekitar 40-an, yang rasanya "aneh", tak lama setelah ia memberitahu Yang bahwa ia berencana meninggalkan Taiwan.
Ia mengatakan kemudian ia menghadapi Yang dan bertanya, "Apakah kamu meracuniku?" dan Yang meminta maaf. Setelah itu, Yang memberinya minuman cincau, setelah meminumnya ia tidak bisa bangun dari tempat tidur keesokan harinya dan harus dirawat di rumah sakit.
Shorey juga bersaksi bahwa saat ia menjalani perawatan, Yang bersikeras agar dokter berkomunikasi dalam bahasa Mandarin, bukan bahasa Inggris, dan ia sendiri yang menerjemahkan untuknya. Ia menggambarkan masa itu sebagai "masa terburuk" dalam hidupnya, mengatakan ia "merasa seperti akan mati."
Menurut jaksa, ibu Shorey kemudian menemukan botol rodentisida kosong di kediaman Yang saat mengemasi barang-barangnya sebelum Shorey dievakuasi secara medis ke Australia pada April 2023.
Pengadilan mengatakan motif Yang adalah ketidakpuasannya terhadap keputusan Shorey untuk meninggalkan Taiwan, dan bahwa ia terus meracuni Shorey meskipun telah menyaksikan penderitaannya.
Pengadilan menyatakan kejahatan tersebut direncanakan dengan cermat dan dilakukan dengan cara yang kejam, mencatat bahwa Yang membantah tuduhan, tidak menunjukkan penyesalan, dan tidak berupaya meminta maaf atau memberi kompensasi kepada korban.
Yang membantah tuduhan tersebut, mengatakan racun tikus itu sebenarnya untuk dirinya sendiri karena ia berjuang menghadapi kematian suaminya. Ia menuduh jaksa mengutip pernyataannya di luar konteks, sementara pengacaranya meminta pembebasan.
Pengacara Shorey mengatakan setelah putusan bahwa hukuman tersebut sesuai dengan harapan tim hukum dan "masuk akal" serta "adil" berdasarkan hukum Taiwan tentang percobaan pembunuhan.
Ia menambahkan bahwa Shorey dan keluarganya secara bertahap telah pulih selama tiga tahun terakhir dan telah mengajukan gugatan perdata untuk menuntut ganti rugi.
Selesai/