Taipei, 4 Jun. (CNA) Ketua Partai Oposisi Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun (鄭麗文) bertemu dengan pejabat di Santa Clara hari Kamis (4/6), untuk mencari kerja sama strategis yang lebih mendalam dengan mereka, selama kunjungannya ke Amerika Serikat, menurut siaran pers KMT.
Cheng bertemu dengan Wali Kota Santa Clara, Lisa Gillmor, dan Otto Lee (李洲曉), pengawas daerah beretnis Tionghoa pertama di Silicon Valley, pada Kamis waktu Taipei, kata partai tersebut.
Ketua KMT itu mengatakan ia berharap Taiwan dapat terlibat dalam kerja sama strategis yang lebih dalam dengan Santa Clara dengan memanfaatkan kekuatan Taiwan sebagai "Silicon Shield", menurut siaran pers tersebut.
Ia juga mencatat bahwa Santa Clara memiliki hubungan sisterhood dengan Kabupaten Hsinchu di Taiwan, tempat Taman Sains Hsinchu berada.
Sebaliknya, Lee mengatakan banyak inovasi teratas di Silicon Valley dibuat di Taiwan, dan bahwa ia memiliki hubungan yang kuat dengan Taiwan, kata KMT.
County Santa Clara memiliki anggaran operasional sebesar US$15 miliar dan sistem kesehatan masyarakat yang unggul, kata Lee, seraya menyatakan harapan bahwa county tersebut akan membuat kemajuan lebih lanjut dalam inovasi teknologi dan kerja sama global dengan Taiwan, menurut KMT.
Sementara itu, Gillmor mencatat bahwa raksasa teknologi seperti Nvidia, Intel, dan AMD semuanya berkantor pusat di Kota Santa Clara, yang juga akan menjadi tuan rumah enam pertandingan utama Piala Dunia FIFA, menegaskan kapasitas kelas dunia kota tersebut, kata siaran pers.
Kota tersebut telah memulai transisi energi untuk memenuhi permintaan yang meningkat dari komputasi AI, dengan tujuan menggandakan kapasitas listriknya pada tahun 2028, kata Gillmor.
Sebagai tanggapan, Cheng mengatakan bahwa Taiwan sedang menghadapi krisis kekurangan listrik yang serius akibat kebijakan energi yang menurutnya cacat dan dijalankan oleh Partai Progresif Demokratik yang berkuasa. Taiwan harus belajar dari pengalaman Santa Clara untuk menstabilkan pasokan listriknya, tambahnya.
Beralih ke isu keamanan regional, Cheng mengatakan salah satu tujuan utama kunjungannya adalah membantu meredakan ketegangan lintas selat, mengurangi risiko konflik, dan mendorong integrasi teknologi di bawah lingkungan yang stabil, yang pada gilirannya akan membawa "bonus perdamaian" ke kawasan Indo-Pasifik.
Selama Perang Dingin, "rantai pulau pertama", yang mencakup Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, berfungsi sebagai garis depan strategis, kata Cheng. Namun, di abad ke-21, Taiwan harus melampaui pola pikir Perang Dingin itu dan membantu mengubah rantai pulau tersebut menjadi "rantai perdamaian dan kemakmuran" yang menyatukan talenta, teknologi, dan modal, ujarnya.
Pada Rabu di Washington, Departemen Luar Negeri AS menanggapi pertanyaan CNA tentang kunjungan Cheng, dengan mengatakan "perjalanan ke Amerika Serikat oleh pejabat dari semua partai politik Taiwan adalah hal yang rutin dan sepenuhnya konsisten dengan kebijakan lama kami."
Departemen tersebut menolak berkomentar tentang kemungkinan pertemuan antara Cheng dan pejabat AS.
Cheng dan delegasinya tiba di AS hari Senin untuk kunjungan selama dua pekan, di mana ia akan bertemu dengan anggota parlemen AS, pejabat, dan pakar kebijakan di seluruh negeri, menurut KMT.