Taipei, 4 Jun. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Kamis (4/6) mendesak Tiongkok untuk menghadapi kenyataan Pembantaian Lapangan Tiananmen pada peringatan 37 tahun peristiwa tersebut dan memberikan hak-hak sipil mendasar kepada rakyat Tiongkok.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Lai mengenang bahwa ribuan pemuda Tiongkok "ditembak mati dan dilindas oleh pasukan dan tank di jalan-jalan Beijing, di Lapangan Tiananmen, dan di seluruh Tiongkok" pada 4 Juni 1989.
"Sebuah negara yang benar-benar besar seharusnya tidak menaruh kepercayaannya pada kekuatan militer atau mengejar kekuatan," tulis Lai. "Sebaliknya, negara tersebut harus merangkul keberagaman suara, melindungi hak rakyat untuk mengejar impian mereka, dan memiliki keberanian untuk menghadapi luka sejarahnya."
"Saya sungguh berharap Tiongkok akan menghadapi Insiden Empat Juni, 37 tahun yang lalu, mengakui kebenaran, menyembuhkan luka, dan memulai proses rekonsiliasi serta dialog," tulisnya.
Presiden juga menyerukan kepada Tiongkok untuk memberikan hak-hak sipil kepada rakyatnya, termasuk kebebasan berekspresi dan hak untuk berpartisipasi dalam urusan publik, serta memprioritaskan suara generasi muda.
"Rakyatnya seharusnya bebas untuk mengungkapkan pandangan mereka, dan orang-orang dari berbagai generasi serta perspektif harus dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik," tulis Lai. "Suara generasi muda, khususnya, layak untuk didengar, karena visi mereka tentang masa depan adalah yang mendorong sebuah negara maju."
Lai mengatakan bahwa Taiwan akan terus berdiri bersama mereka yang berjuang demi kebebasan dan demokrasi hingga kebenaran terungkap dan hingga tidak ada lagi yang harus mengorbankan nyawa hanya untuk mencari kebebasan.
Sementara itu, Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC) hari Rabu mendesak Tiongkok untuk menanggapi seruan rakyatnya akan keadilan serta meluncurkan reformasi politik agar memungkinkan partisipasi sipil dalam urusan publik.
Tiongkok harus meninggalkan model pemerintahan otoriter satu partai agar benar-benar dapat melindungi hak asasi manusia yang mendasar dan mewujudkan masyarakat yang benar-benar beradab, kata MAC dalam siaran pers yang dikeluarkan Rabu malam.
MAC juga menyerukan kepada Beijing untuk menghormati komitmen rakyat Taiwan terhadap demokrasi dan pilihan pemerintahan demokratis, serta menghentikan intimidasi dan pemaksaan terhadap Taiwan.
Selesai/ja