Taipei, 2 Jun. (CNA) Kementerian Urusan Digital Taiwan (MODA) menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap peredaran barang terlarang di platform perdagangan elektronik, termasuk narkotika, dengan mewajibkan peninjauan yang lebih ketat sebelum produk ditayangkan serta mempercepat penghapusan produk yang melanggar peraturan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya kasus mengemudi di bawah pengaruh narkotika, termasuk penyalahgunaan etomidate, narkotika golongan II yang dikenal luas di Taiwan sebagai "rokok elektronik zombi".
Dalam konferensi pers di Yuan Legislatif pada Selasa (2/6), legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) mengusulkan empat langkah utama untuk menanggulangi permasalahan tersebut, yakni mempercepat penindakan dan pengujian, memperketat regulasi dan sanksi, memutus aliran dana serta menutup domain terkait, serta memperkuat penelitian dan perlindungan masyarakat.
Dalam siaran pers, Direktorat Jenderal Industri Digital di bawah MODA menjelaskan bahwa etomidate dan narkotika lainnya termasuk barang yang secara hukum dilarang untuk diproduksi, diimpor, maupun diperjualbelikan.
Untuk mencegah barang-barang tersebut beredar melalui platform daring, MODA secara berkala menghimpun kata kunci terkait produk ilegal yang diberikan oleh instansi berwenang dan mewajibkan platform perdagangan elektronik melakukan pemeriksaan aktif sebelum produk ditayangkan serta meningkatkan pengawasan setelah produk dipublikasikan.
Kementerian juga terus mendorong penyelenggara platform agar menjalankan tanggung jawabnya. Apabila ditemukan produk yang melanggar ketentuan, penyelenggara platform wajib melakukan peninjauan dan segera menurunkannya dari peredaran.
Selain itu, MODA menyatakan telah membangun mekanisme koordinasi lintas kementerian sebagai jalur cepat untuk penghapusan konten ilegal serta menerapkan perangkat digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dan mekanisme inspeksi khusus guna membantu instansi pemerintah mengawasi barang terlarang berisiko tinggi.
MODA juga menjelaskan bahwa mekanisme DNS RPZ (Response Policy Zone) kini mencakup prosedur penanganan untuk memblokir situs yang menjual narkotika jenis baru maupun rokok elektronik ilegal.
Dalam periode dua tahun mulai 7 Juli 2025, instansi yang berwenang menjatuhkan sanksi berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkotika dan Undang-Undang Pencegahan Bahaya Tembakau dapat memanfaatkan mekanisme DNS RPZ untuk memblokir akses pengguna internet di Taiwan ke situs-situs ilegal.
MODA menegaskan akan terus bekerja sama dengan berbagai kementerian untuk menyempurnakan penerapan teknologi AI dan mekanisme pengawasan terpadu guna mencegah peredaran narkotika melalui internet.
Kementerian juga akan menggandeng platform perdagangan elektronik, asosiasi industri, serta instansi pemerintah terkait untuk memperkuat perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
(Oleh Chao Min-ya dan Agoeng Sunarto)