Taipei, 2 Jun. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengatakan hari Selasa (2/6) saat pembukaan Computex Taipei bahwa Taiwan telah menjadi tak tergantikan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) global.
Lai mengatakan raksasa teknologi dunia telah berkumpul di Taiwan untuk Computex tahun ini, dengan beberapa di antaranya mengumumkan rencana untuk terus berinvestasi di negara tersebut, yang menunjukkan kepercayaan pada kemampuan teknologi, efisiensi industri, dan sistem demokrasi Taiwan.
Computex, yang berlangsung hingga Jumat dengan tema "AI Together," menampilkan lebih dari 6.000 stan dari 1.500 peserta pameran yang mewakili 33 negara di dunia, seperti Nvidia Corp., Qualcomm Inc., dan Intel Corp. Lebih dari 60.000 pengunjung telah mendaftar untuk menghadiri pameran dagang ini.
Lai mengatakan pemerintah menyambut investasi dari seluruh dunia dengan menawarkan insentif pajak, memperbaiki lingkungan investasi, dan mempromosikan program inovasi berbasis cip yang bertujuan mendorong kemajuan teknologi generasi berikutnya.
Lai menambahkan Taiwan akan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, menggambarkan kebijakan tersebut sebagai komitmen paling bertanggung jawab terhadap rantai pasok global.
"Semakin dunia membutuhkan AI, semakin dunia membutuhkan Taiwan yang stabil, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab," kata Lai.
"Ketika pengembangan AI memasuki tahap berikutnya, hal itu akan membutuhkan kolaborasi di antara mitra yang sejalan dan dapat diandalkan di seluruh dunia," tambahnya.
Lai mengatakan kepercayaan dunia terhadap Taiwan tercermin dalam kinerja ekonomi negara yang kuat. Ekonomi Taiwan tumbuh 14,55 persen pada kuartal pertama, tingkat pertumbuhan kuartalan tertinggi dalam 48 tahun, didorong oleh ekspor teknologi yang kuat.
Pada Jumat, Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB tahun 2026 dari 7,71 persen menjadi 9,64 persen, tingkat tertinggi dalam 16 tahun, dan memperkirakan Taiwan akan menjadi salah satu dari 20 ekonomi terbesar dunia tahun depan.
Di tengah optimisme yang meningkat tentang Taiwan, Lai mencatat bahwa kapitalisasi pasar saham lokal naik menjadi US$4,95 triliun (Rp87,6 kuadriliun) pada bulan Mei, menjadikannya pasar terbesar kelima di dunia.
Ia mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan upaya industri di seluruh sektor dan tenaga kerja Taiwan, menegaskan peran penting negara ini dalam pengembangan AI global.
Menanggapi kekhawatiran tentang kekurangan listrik, Lai mengatakan pasokan listrik Taiwan akan tetap cukup hingga tahun 2032 meskipun permintaan dari pengembangan AI meningkat.
Ia mengatakan pemerintah akan terus mempromosikan tahap kedua transformasi energi untuk memastikan pasokan listrik yang stabil.
Inisiatif yang diluncurkan oleh Kabinet pada tahun 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam, mendiversifikasi sumber energi terbarukan, serta memperkuat kapasitas penyimpanan energi dan jaringan listrik nasional.
Kekhawatiran atas pasokan listrik Taiwan meningkat setelah Pendiri dan CEO Nvidia Jensen Huang (黃仁勳), yang menghadiri Computex tahun ini, mengatakan pekan lalu bahwa Taiwan akan membutuhkan lebih banyak listrik untuk mendukung pengembangan AI di masa depan.
Selain memastikan pasokan listrik yang memadai, Lai mengatakan pemerintah akan menyediakan sumber daya air, lahan, dan talenta yang cukup untuk memenuhi permintaan yang tumbuh pesat terhadap infrastruktur AI, kapasitas komputasi, dan semikonduktor.
Lai mengatakan Taiwan akan terus mengejar inovasi teknologi, memperkuat ketahanan ekonomi, dan bekerja sama dengan mitra internasional dalam pengembangan AI.