Bank diminta bekukan rekening berisiko tinggi milik WNA yang tinggalkan Taiwan

05/02/2026 10:16(Diperbaharui 05/02/2026 10:16)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 5 Feb. (CNA) Regulator keuangan Taiwan telah menginstruksikan bank-bank untuk membekukan rekening-rekening yang dicurigai sebagai rekening penampung milik warga negara asing (WNA) yang pergi meninggalkan Taiwan dalam kondisi tertentu, asalkan hasil peninjauan menyatakan tindakan tersebut diperlukan untuk mencegah penipuan, seorang pejabat mengonfirmasi hari Selasa (3/2).

Rekening bank yang terdaftar atas nama WNA yang meninggalkan Taiwan dalam salah satu dari empat skenario yang telah ditetapkan akan ditandai sebagai berisiko tinggi untuk potensi penyalahgunaan sebagai rekening mule, kata seorang pejabat Komisi Pengawas Keuangan (FSC) kepada CNA.

Situasi tersebut meliputi: meninggalkan Taiwan setelah kontrak kerja berakhir atau dihentikan lebih awal, dilaporkan hilang atau melarikan diri, atau ditahan karena masuk secara ilegal atau bekerja secara tidak sah, menurut pejabat yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Sejak Januari, bank-bank diwajibkan untuk mencocokkan rekening dengan daftar WNA yang telah meninggalkan Taiwan yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) dan dapat menggunakan kebijaksanaan untuk membekukan rekening tersebut setelah dilakukan peninjauan, kata pejabat tersebut.

Meskipun kebijakan ini berlaku untuk semua warga negara asing, dalam praktiknya kebijakan ini terutama ditujukan kepada pekerja migran dari negara-negara Asia Tenggara, sebagai respons atas laporan sindikat penipuan yang menggunakan rekening pekerja yang telah meninggalkan Taiwan untuk melakukan kejahatan.

Upaya FSC untuk mengatasi masalah ini telah dimulai setidaknya sejak tahun 2024.

Pada rapat Yuan Legislatif bulan April tahun itu, legislator Kuomintang (KMT) Lai Shyh-bao (賴士葆) mendesak FSC untuk mewajibkan penutupan rekening bagi pekerja migran yang akan pulang, dengan alasan adanya laporan bahwa beberapa dari mereka menjual rekeningnya sebelum kembali ke negara asal.

Pada saat itu, FSC menyatakan keberatan, karena Kementerian Ketenagakerjaan mencatat kekhawatiran bahwa pekerja migran mungkin masih membutuhkan rekening mereka setelah meninggalkan Taiwan untuk menerima pembayaran seperti pengembalian pajak dan subsidi pemerintah.

Untuk mengatasi masalah ini, FSC hari Selasa mengatakan bahwa pembayaran yang masih harus dibayarkan dapat diberikan melalui cek kasir dan dikirimkan melalui agen tenaga kerja, sehingga pekerja tetap dapat menerima dana mereka meskipun rekening bank Taiwan mereka telah dibekukan.

Ketika ditanya seberapa cepat rekening akan dibekukan setelah pemiliknya meninggalkan Taiwan, pejabat FSC tidak memberikan batas waktu spesifik, dengan catatan bahwa kecepatan pembekuan rekening tergantung pada pencocokan daftar NIA dan peninjauan risiko penipuan.

(Oleh Su Ssu-yun, Shih Hsiu-chuan, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.