LINTAS SELAT /Pemengaruh Tiongkok yang promosikan unifikasi akan dideportasi dari Taiwan

19/03/2025 17:36(Diperbaharui 19/03/2025 17:36)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Menteri Dalam Negeri Taiwan Liu Shyh-fang berbicara di Yuan Legislatif pada hari Senin. (Sumber Foto : CNA, 17 Maret 2025)
Menteri Dalam Negeri Taiwan Liu Shyh-fang berbicara di Yuan Legislatif pada hari Senin. (Sumber Foto : CNA, 17 Maret 2025)

Taipei, 19 Mar. (CNA) Menteri Dalam Negeri Taiwan, Senin (17/3) mengatakan bahwa seorang warga Tiongkok yang menganjurkan aneksasi Taiwan oleh Tiongkok melalui kekuatan militer harus meninggalkan negara tersebut dalam waktu 10 hari setelah menerima perintah deportasinya pada Sabtu.

Liu Shyh-fang (劉世芳) menjelaskan kepada anggota parlemen di Yuan Legislatif bahwa wanita tersebut, yang diidentifikasi dengan marga Liu (劉) dan akun media sosial publiknya "Yaya in Taiwan" (亞亞在台灣), mendapat pemberitahuan deportasi pada 15 Maret.

Ditanya legislator Partai Progresif Demokrat (DPP) Lee Kuen-cheng (李坤城) tentang batas waktu pasti kapan wanita Tiongkok tersebut harus pergi dari Taiwan, menteri tersebut tidak memberikan jawaban langsung.

"Dalam teori, Nyonya Liu harus meninggalkan negara ini dalam waktu 10 hari setelah menerima [perintah deportasi]," kata Liu Shyh-fang.

Dia menjelaskan bahwa perintah deportasi itu "Agak mirip" dengan situasi surat terdaftar, di mana waktu dimulai dari hari setelah penerima menerima surat tersebut.

"Jika itu dikirim ke rumah Anda tetapi Anda tidak menerimanya sampai hari berikutnya, maka penghitungan akan dimulai dari hari ketiga, yang berarti ada ruang gerak," kata menteri dalam negeri tersebut.

"Tetapi tidak peduli hari apa, kami masih akan memberinya waktu untuk meninggalkan negara ini dengan aman," tambahnya.

Wanita Tiongkok tersebut, yang tinggal di Taiwan berdasarkan pernikahannya dengan seorang warga negara Taiwan, menimbulkan kemarahan publik atas komentar yang dia buat di platform media sosial Tiongkok Douyin yang menganjurkan "Unifikasi" Tiongkok dengan Taiwan menggunakan kekuatan militer.

Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA), pernyataan pemengaruh tersebut di akun media sosialnya, yang memiliki hampir 400.000 pengikut, melanggar peraturan yang mengatur penduduk Tiongkok yang tinggal di Taiwan.

Undang-Undang yang Mengatur Hubungan antara Orang-orang di Area Taiwan dan Area Daratan menyatakan bahwa seorang warga negara Tiongkok "Dapat dideportasi, atau diperintahkan untuk pergi dalam waktu 10 hari" dalam keadaan termasuk "Dianggap ancaman terhadap stabilitas nasional atau sosial berdasarkan fakta yang cukup."

NIA juga mengatakan bahwa Liu akan dilarang mengajukan permohonan kediaman berbasis keluarga di Taiwan selama lima tahun.

Menurut pernyataan NIA pada Sabtu, komentar warga negara Tiongkok tersebut "Menganjurkan penghapusan kedaulatan negara kami" dan "Tidak ditoleransi masyarakat [Taiwan]."

(Oleh Chen Chun-hua, James Thompson, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.