Sebanyak 18 orang ditindak terkait penjualan kartu SIM pekerja migran ke sindikat penipuan

17/03/2026 10:04(Diperbaharui 17/03/2026 10:29)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Otoritas setempat)
(Sumber Foto : Otoritas setempat)

Taichung, 16 Mar. (CNA) Delapan belas orang tengah diproses hukum terkait sindikat penipuan yang memanfaatkan kendala bahasa pekerja migran untuk mendaftarkan kartu SIM prabayar secara ilegal demi kepentingan jaringan kriminal, kata Biro Investigasi Kriminal (CIB) Taiwan.

Pusat Pemberantasan Kejahatan Wilayah Tengah CIB hari Senin (16/3) menyatakan bahwa pada 2024, kepolisian menggerebek sebuah pangkalan penipuan bersistem penghubung seluler digital (DMT) di Kota Yuanlin, Kabupaten Changhua, di mana mereka menyita ratusan kartu SIM ilegal.

Setelah dianalisis, ditemukan adanya keterlibatan distributor telekomunikasi, kata CIB, dan tim satuan tugas khusus yang terdiri dari kepolisian lintas wilayah kemudian melakukan lima gelombang penggerebekan dan penggeledahan di Kaohsiung, Taoyuan, Taichung, dan Kabupaten Pingtung antara Januari hingga Juli 2025.

Kepolisian menangkap seorang distributor telekomunikasi bermarga Chiang (江), delapan pegawainya, dan sembilan orang "pengepul kartu" di tingkat hilir, juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk ponsel, komputer, buku tabungan, stempel perusahaan, mesin penghitung uang, dan 500 kartu prabayar yang belum diaktifkan, kata CIB.

Penyidikan pihak berwenang mengungkap bahwa Chiang menginstruksikan manajer dan staf di gerai Kaohsiung dan Taoyuan untuk mendatangi pekerja migran saat mereka melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.

Memanfaatkan kendala bahasa, mereka membujuk pekerja migran untuk mendaftarkan dua kartu prabayar sekaligus, tetapi sang pelanggan hanya diberikan salah satunya, sementara satunya lagi ditahan secara ilegal oleh distributor, menurut penyidikan.

Kartu-kartu SIM ilegal tersebut kemudian dijual kepada pengepul dan akhirnya dialirkan ke sindikat penipuan, dan telah tercatat ada 19 warga yang menjadi korban dengan total kerugian mencapai lebih dari NT$10 juta (Rp5,3 miliar), kata CIB.

Setelah interogasi, kepolisian menyerahkan ke-18 tersangka ke Kantor Kejaksaan Distrik Taichung atas dugaan penipuan dan pelanggaran lainnya, kata CIB, menambahkan bahwa pihak kejaksaan akan segera menyelesaikan penyidikan dan melayangkan tuntutan.

(Oleh Edison Su dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.