Taipei, 2 Sep. (CNA) Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) meminta kerja sama lebih erat antara sektor publik dan swasta untuk pertahanan negara dalam perang dan bencana alam, saat pembentukan Komite Pertahanan Total oleh anggota parlemen Taiwan pada Senin (2/9).
Dalam upacara pembentukan Komite Pertahanan Total, Hsiao menyatakan pemerintah mengapresiasi pembentukan komite ini untuk menghubungkan publik, bisnis, pemerintah, dan akademisi serta meningkatkan kesadaran pertahanan diri warga negara.
Taiwan sering menghadapi bencana alam, seperti topan dan gempa bumi dan "Tantangan geopolitik," kata Hsiao, merujuk pada peningkatan ancaman militer dari Tiongkok.
Negara lain juga telah menggunakan pendekatan "Pertahanan Seluruh Masyarakat" untuk meningkatkan pertahanan perang atau dalam kondisi darurat lainnya, kata Hsiao.
Hsiao menambahkan bahwa komite juga bertujuan untuk menawarkan pendekatan yang lebih sistematis dan profesional terhadap strategi Pertahanan Total di Taiwan.
Hsiao mengatakan setiap warga negara memiliki peran dalam pertahanan negara dan bahwa pendekatan Pertahanan Total bertujuan menyatukan semua orang Taiwan untuk melindungi negara.
Wakil Presiden mengatakan bahwa Presiden Lai Ching-te juga telah mengumumkan pembentukan Komite Ketahanan Pertahanan Seluruh Masyarakat oleh Kantor Kepresidenan dengan tujuan yang sama.
Dalam acara yang sama, anggota parlemen Partai Progresif Demokratik (DPP) Wu Pei-yi (吳沛憶), konvener komite, mengatakan bahwa ide pembentukan komite ini awalnya diajukan oleh mantan anggota parlemen DPP Lin Ching-yi (林靜儀). Komite Pertahanan Total pertama kali didirikan pada Oktober 2022 dalam Legislatur ke-10.
Menurut komite, tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat sipil, dan akademisi dalam kebijakan Pertahanan Total.
Komite juga akan mengadakan seminar dan pidato untuk meningkatkan kesadaran pertahanan diri di kalangan warga negara.
Selesai/IF