Taipei, 5 Apr. (CNA) Sebuah festival ayunan tinggi tradisional dengan sejarah yang berlangsung lebih dari 200 tahun diadakan di depan sebuah kuil Tao di Kota Chiayi, Taiwan selatan baru-baru ini.
Festival yang diadakan pada 30 Maret itu, yang mengundang peserta untuk naik satu atau dua orang sekaligus di ayunan berbingkai bambu setinggi 12 meter, diyakini berasal dari Provinsi Fujian, Tiongkok selama periode Jiaqing (1796-1820) dari Dinasti Qing.
Ritual ini kemudian dibawa ke Taiwan oleh para pemukim di area Chiayi.
Menurut legenda, ayunan ini dibangun penduduk lokal di Chiayi sebagai bagian dari upacara untuk meminta berkat dan berakhirnya wabah penyakit dari Xuanwu, salah satu dewa berpangkat tinggi dalam Taoisme.
Festival ini, yang diadakan di Kuil Wudang Xuantiang di Dusun Guanglu, Chiayi, dilakukan setiap tahun kabisat hingga 2008, ketika itu menjadi acara tahunan.
Festival ini juga didaftarkan sebagai bentuk warisan budaya tak benda oleh Pemerintah Kota Chiayi pada tahun yang sama.
Wali Kota Chiayi, Huang Min-hui (黃敏惠) mengatakan bahwa wanita telah dengan antusias berpartisipasi dalam kompetisi ayunan tahun ini -- hanya kali kedua sejak partisipasi dibuka untuk wanita pada 2024.
Menurut Pemerintah Kota Chiayi, ayunan berbingkai bambu setinggi 12 meter yang digunakan dalam festival ini dibangun menggunakan metode tradisional pengikatan tanaman merambat, tanpa menggunakan paku atau sekrup.
Kursi ayunan (tempat peserta berdiri) dipasang 2 meter di atas tanah, dan saat ayunan berayun dapat mencapai ketinggian hingga 10 meter, kata pemerintah kota dalam sebuah pernyataan.
Selesai/ML