Taipei, 22 Nov. (CNA) Seniman multi-instrumen asal Jawa Barat yang berbasis di Bali, Rizal Hadi, yang juga seorang pengrajin alat musik berbahan dasar bambu, akan tampil dan menggelar sebuah lokakarya di festival musik tahunan, Pasiwali Festival di Taitung akhir pekan ini.
Dalam pernyataan yang disampaikan Pasiwali Festival, lokakarya Rizal akan digelar di Global Cultural Village, sebuah ruang yang disediakan selama festival sebagai ajang pertukaran budaya tersebut pada tanggal 23 dan 24 November 2024.
Selain Rizal, yang akan menyajikan kepiawaiannya dalam membuat alat musik berbahan dasar bambu lewat sesinya bertajuk Indonesian Java Bamboo Export House, akan ada pula Hokkaido Ainu UPOPOY Cultural House dari Jepang, Brazilian Cultural Village, Wicker Craftsman House of Weaving, dan Pacific Traditional Hand-Tapping Tattoo House.
Kiprah Rizal di perhelatan internasional tentunya bukan kali ini saja. Sebelumnya, ia pernah diundang ke beberapa negara lain seperti Malaysia, India, Australia, Rusia dan menjajal sejumlah negara Eropa lainnya.
Dalam informasi yang disampaikan oleh Pasiwali Festival, Rizal yang juga seorang penyanyi, pencipta lagu, produser musik, dan aktivis sosial ini memang telah lama menekuni bidang kerajinan alat musik berbasis bambu.
Dari bahan yang mudah ditemui di kampung halamannya di Jawa Barat itu, Rizal mengembangkan instrumen inovatif dan unik yang ia namakan sebagai Rasendriya, kata Pasiwali Festival.
Rasendriya memadukan alat musik gitar, didgeridoo yang merupakan alat musik tiup, dan celempung yang merupakan jenis perkusi.
Proyek mutakhirnya adalah membuat gitar lapsteel dan senar dengan bambu, demikian disampaikan pihak Pasiwali.
Gaya musik Rizal cukup luas yang mencampurkan pengaruh musik folk, reggae, dan blues dengan ritem eklektik dan etnis yang menciptakan jenis suara yang khas. Sementara untuk proyek musiknya, Rizal sering menyarakan kisah kehidupan, petualangan, semangat, demokrasi, dan harapan.
Selain tampil di Pasiwali, pada tanggal 27 dan 28 November, Rizal juga dijadwalkan tampil di Taipei yakni di Hidesound dan TCM Pub. Rencananya, Rizal akan melakukan sesi kolaborasi dengan sejumlah musisi lokal Taipei.
Pasiwali Festival adalah festival musik tahunan yang digelar di Taitung setiap akhir tahun dan merupakan momen berkumpulnya musisi Austronesia tidak hanya dari Taiwan tetapi juga dari Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Palau, dan lain sebagainya. Tahun ini adalah Pasiwali ketujuh.
Sebelumnya beberapa band Indonesia sempat tampil di panggung utama Pasiwali, seperti trio-metal Voice of Baceprot yang tampil di Pasiwali 5 tahun 2022 dan band ska asal Yogyakarta Shaggydog yang tampil di Pasiwali 6 tahun lalu.
(Oleh Muhammad Irfan)