Menteri Pendidikan: Bertambahnya kursi kosong di universitas negeri bukan hal buruk

16/08/2024 17:15(Diperbaharui 16/08/2024 23:02)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Menteri Pendidikan, Cheng Ying-yao dalam wawancara dengan media. (Sumber Foto : CNA, 16 Agustus 2024)
Menteri Pendidikan, Cheng Ying-yao dalam wawancara dengan media. (Sumber Foto : CNA, 16 Agustus 2024)

Taipei, 16 Agu. (CNA) Menteri Pendidikan Cheng Ying-yao (鄭英耀) hari Jumat (16/8) mengatakan bahwa kursi kosong yang berkurang di universitas swasta dan bertambah di universitas negeri di tahun akademik 2024/2025 bukanlah hal yang buruk.

Hasil seleksi masuk perguruan tinggi tahun akademik 2024/2025 diumumkan hari Kamis, di mana kekurangan pendaftar di universitas swasta menurun, sedangkan di universitas negeri bertambah.

Menanggapi hal ini, Cheng dalam wawancara dengan media, Jumat mengatakan bahwa "Saya pikir ini bukan hal buruk."

Selama ini, kata Cheng, ada stereotip bahwa universitas negeri lebih baik, tetapi sebenarnya banyak universitas swasta juga mendapatkan pengakuan.

Cheng berpendapat bahwa kebijakan subsidi biaya pendidikan telah membantu anak muda dan orang tua memikirkan pengembangan karier yang sesuai.

Kebijakan ini tidak hanya memengaruhi pemilihan sekolah saja, kata Cheng, tetapi juga akan memberikan tekanan pada universitas negeri.

Saat ditanya oleh media apakah ia akan mengurangi penerimaan di universitas negeri secara menyeluruh, Cheng mengatakan bahwa saat ini sudah ada mekanisme yang memungkinkan sekolah untuk mengendalikan kuota penerimaan mereka sendiri.

Menurut Cheng, mekanisme ini membuat universitas dapat memikirkan pengembangan ciri khas mereka serta menyesuaikan dengan perubahan struktur sosial dan industri, sambil menggarisbawahi bahwa "Yang kami pedulikan adalah kualitas pendidikan."

Cheng juga menambahkan bahwa universitas negeri dapat memiliki daya saing jika mereka memahami arah impian generasi baru.

Salah satu contoh kasus penambahan kursi kosong adalah di National Dong Hwa University (NDHU) di Kabupaten Hualien, yang mengalami pendaftarnya kurang 97 orang dalam seleksi masuk. Hal ini terjadi setelah universitas tersebut terpengaruh dampak gempa bumi.

Menanggapi ini, Cheng menyatakan ia baru mengunjungi NDHU beberapa hari yang lalu, menambahkan bahwa universitas tersebut telah melakukan banyak upaya dalam pemulihan pasca bencana, dan kelas, perpustakan, serta asrama mereka sudah siap.

Menurut Cheng, universitas tersebut mungkin kurang awal mengumumkan bahwa mereka sudah siap, di mana yang lebih disayangkan, "Beberapa informasi mungkin diabaikan oleh orang tua atau calon mahasiswa."

(Oleh Chen Chih-chung dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.