Taiwan akan ambil langkah hukum atas tuduhan terhadap petinju Lin Yu-ting setelah Olimpiade Paris

09/08/2024 13:47(Diperbaharui 09/08/2024 13:47)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Petinju Lin Yu-ting (kiri). (Sumber Foto : CNA, 8 Agustus 2024)
Petinju Lin Yu-ting (kiri). (Sumber Foto : CNA, 8 Agustus 2024)

Taipei, 9 Agu. (CNA) Pemerintah Taiwan berencana untuk mengambil tindakan hukum terhadap Asosiasi Tinju Internasional (IBA) terkait tuduhan yang tidak berdasar tentang kelayakan gender petinju Lin Yu-ting (林郁婷) setelah Olimpiade Paris, kata Yuan Eksekutif (Kabinet Taiwan) pada hari Kamis (7/8).

Juru bicara Kabinet Chen Shih-kai (陳世凱) menegaskan kembali dalam konferensi pers bahwa kelayakan Lin dalam tinju sudah dikonfirmasi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Namun demikian, beberapa orang telah melakukan serangan pribadi terhadapnya, kata Chen.

Seperti yang ditunjukkan oleh Presiden Lai Ching-te (賴清德) dan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), petinju tersebut mendapat dukungan dari pemerintah Republik Tiongkok (Taiwan), dan mereka yang menyebarkan informasi palsu tentangnya akan dikecam, katanya.

Saat ini semua pihak fokus pada turnamen dan memastikan Lin memiliki apa yang ia butuhkan untuk berkompetisi, kata juru bicara tersebut, menambahkan bahwa langkah hukum akan diambil setelah Olimpiade.

Liu Tzu-chun (劉姿君), seorang pejabat di Divisi Industri dan Perencanaan Olahraga Direktorat Jenderal Olahraga, mengatakan dalam acara pers bahwa Komite Olimpiade Chinese Taipei (CTOC) telah menunjuk seorang pengacara untuk mengawasi masalah tersebut.

Liu mengatakan informasi tambahan terkait masalah tersebut akan diumumkan melalui siaran pers.

Pada hari Rabu, petinju Taiwan tersebut mengamankan tempat final tinju Olimpiade pertama kali bagi Tim Taiwan setelah kemenangan 5-0 atas Esra Yildiz Kahraman dari Turki.

Lin, bersama dengan Imane Khelif dari Aljazair, telah menjadi sasaran penyerangan di media sosial dan spekulasi daring yang tidak akurat tentang gender mereka.

IBA dan presidennya, Umar Kremlev dari Rusia, terus membuat tuduhan tentang gender kedua petinju tersebut setelah mendiskualifikasi mereka dari Kejuaraan Tinju Putri Dunia IBA 2023 atas tes kelayakan yang tidak transparan.

IOC telah menyebut serangan ini sebagai "Berbahaya, misoginis, dan tanpa dasar."

Berkomentar di halaman Facebooknya, Presiden Lai mengatakan tidak ada keraguan mengenai kelayakan Lin dan bahwa IOC telah mengeluarkan pernyataan publik yang mendukung partisipasinya.

Sementara itu, Lai juga mengungkapkan kekagumannya dan dukungannya kepada Lin karena tidak menyerah terhadap tekanan seiring petinju Taiwan tersebut berjuang untuk meraih medali emas pertama Taiwan dalam tinju Olimpiade.

(Oleh Lai Yu-chen, Ko Lin, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.