Taoyuan, 16 Sep. (CNA) Menyambut gelaran Taiwan Design Expo 2026 yang akan berlangsung mulai 24 September hingga 11 Oktober mendatang, Taoyuan Metro Corporation pada Selasa (15/9) meluncurkan 500 lembar tiket terusan MRT harian edisi terbatas.
Pihak MRT Taoyuan melalui siaran pers menjelaskan bahwa desain kartu tiket harian seharga NT$299 (Rp165.716) tersebut mengusung identitas visual utama yang bertajuk "TAOYUAN in FLOW".
Memadukan warna biru, merah muda menyala, serta garis-garis dinamis yang merefleksikan denyut ritme kota, permukaan kartu dicetak dengan tekstur matte beraksen bubuk mengilap sehingga tidak hanya praktis digunakan untuk naik moda transportasi tetapi juga menarik untuk dikoleksi, kata MRT Taoyuan.
Tiket harian edisi khusus ini sudah mulai dijual di seluruh stasiun di sepanjang jalur MRT Bandara Taoyuan terhitung sejak Selasa, kecuali di Stasiun A20 (Xingnan) yang merupakan stasiun nir-petugas.
Pengelola MRT Taoyuan itu juga menjelaskan bahwa sebagai bagian dari kemeriahan acara, sebuah kereta berbalut corak khusus juga telah dioperasikan mulai 7 September hingga 11 Oktober.
Masyarakat dapat memantau posisi real-time kereta tematik tersebut dengan mengunduh aplikasi seluler resmi “i搭桃捷".
MRT Taoyuan memaparkan bahwa para pelancong dapat naik MRT hingga Stasiun A19 (Taoyuan Sports Park) dan berjalan kaki menuju area pameran utama di Qingpu untuk menikmati 14 pameran bertema yang dipusatkan di Messe Taoyuan serta Perpustakaan Umum Cabang Sains dan Teknologi Qingpu.
Selain menikmati fasilitas desain kantin, pasar tematik, serta suvenir eksklusif, pengunjung juga dianjurkan mampir ke Taoyuan Children’s Art Center dan Taoyuan Museum of Fine Arts, lanjut MRT Taoyuan.
Bagi pengunjung yang ingin memperluas jangkauan wisata, perjalanan dapat dilanjutkan ke Stasiun A17 (Linghang) untuk mengunjungi Hengshan Calligraphy Art Center, atau turun di Stasiun A21 (Huanbei) lalu berpindah ke bus antar-jemput gratis menuju Chung Yuan Culture And Creative Park untuk mengeksplorasi berbagai pameran seni dan pasar kreatif.
(Oleh Wu Jui-chi dan Agoeng Sunarto)