Taipei, 16 Sep. (CNA) Epidemi flu di Taiwan terus meningkat pekan lalu, dengan lebih dari 130.000 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat untuk penyakit mirip influenza yang tercatat, dan diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar libur Festival Pertengahan Musim Gugur, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) pada Selasa (15/9).
Sebanyak 136.796 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat untuk penyakit mirip influenza tercatat dari 6-12 September, naik 16,5 persen dari pekan sebelumnya, kata Wakil Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC, Lee Chia-lin (李佳琳) dalam pengarahan rutin.
Pengawasan laboratorium menunjukkan virus influenza A tetap dominan di masyarakat, dengan subtipe A(H1N1) menyumbang 82,2 persen dari kasus yang terdeteksi, kata Lee.
CDC melaporkan 92 kasus influenza berat baru dan 21 kematian antara 8 September dan 14 September, sehingga jumlah kumulatif kasus berat sejak 1 Oktober tahun lalu menjadi 1.421, kata Lee.
Juru bicara CDC Lin Ming-cheng (林明誠) memperkirakan wabah akan mencapai puncaknya sekitar libur Festival Pertengahan Musim Gugur, dengan kunjungan rawat jalan dan gawat darurat diperkirakan mencapai 150.000 hingga 160.000.
Di antara kasus berat, 65 persen melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas, 82,7 persen memiliki kondisi kesehatan yang mendasari, dan 68,3 persen belum menerima vaksin flu terbaru, kata Lee.
Salah satu kasus berat baru yang dilaporkan melibatkan seorang anak laki-laki berusia 1 tahun di Taiwan selatan yang mengalami ensefalitis terkait influenza A atau pembengkakan otak akut. Anak tersebut, yang tidak memiliki kondisi kesehatan mendasari dan telah menerima dua dosis vaksin flu tahun lalu, dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam dan batuk dan kini sadar serta dalam kondisi stabil, kata dokter CDC Lin Yung-ching (林詠青).
Sementara itu, epidemi COVID-19 di Taiwan terus mereda, meskipun masih berada dalam periode epidemi. CDC mencatat 17.847 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat untuk COVID-19 dari 6-12 September, turun 13,3 persen dari pekan sebelumnya, sementara 53 kasus berat baru dan 18 kematian dilaporkan antara 8 September dan 14 September.
Sejak 1 Oktober tahun lalu, Taiwan telah mencatat 675 kasus COVID-19 berat yang didapat secara lokal, termasuk 124 kematian. Di antara kasus berat, 73,3 persen melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas, 82,8 persen memiliki kondisi kesehatan yang mendasari, dan 83,6 persen belum menerima vaksin COVID-19 terbaru, kata CDC.
CDC mengatakan varian utama COVID-19 yang beredar di Taiwan selama empat pekan terakhir adalah NB.1.8.1 dan PQ.16.1.1.
Selesai/