Taipei, 4 Sep. (CNA) Hujan deras yang terus-menerus memicu 41 insiden di seluruh Taipei pada hari Jumat (4/9), sebagian besar berupa banjir dan pohon tumbang, saat pihak berwenang meningkatkan langkah-langkah tanggap bencana di wilayah Taipei dan sekitarnya.
Insiden yang dilaporkan hingga pukul 11.30 pagi juga termasuk tanah longsor dan kerusakan pada bangunan serta fasilitas lainnya, kata Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) sebelum menghadiri sidang dewan kota.
Chiang mengatakan pihak berwenang sedang merespons insiden yang dilaporkan dan memantau situasi dengan cermat.
Di Distrik Shilin, sebagian lereng bukit di dekat Jembatan Ziqiang longsor akibat hujan deras, menutupi area sekitar 2 meter panjang dan 3 meter lebar dengan tanah. Tidak ada korban luka yang dilaporkan, menurut pemerintah kota.
Otoritas manajemen darurat Taipei mengatakan mereka memantau dengan ketat curah hujan, tingkat sungai, dan lereng yang rawan longsor di seluruh kota, sambil mengimbau masyarakat untuk menghindari daerah pegunungan dan aliran air.
Pemerintah kota juga memperingatkan bahwa Sungai Keelung di dekat Jembatan Bailing diperkirakan akan naik di atas 1,8 meter dan mengimbau pemilik kendaraan yang diparkir di luar tanggul sungai untuk memantau kondisi dan bersiap memindahkan kendaraan mereka.
Hujan deras juga menyebabkan banjir di Keelung, di mana beberapa area, termasuk sebagian Taman Industri Dawulun, tergenang air, dengan ketinggian air mencapai lutut di beberapa lokasi.
Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) mengeluarkan peringatan hujan sangat deras untuk sebagian wilayah utara Taipei, Keelung, dan pesisir utara New Taipei, sementara peringatan hujan deras berlaku untuk wilayah utara Taiwan lainnya.
Pakar cuaca independen Wu Der-rong (吳德榮) mengatakan Taiwan utara dan timur akan terus mengalami hujan secara berkala hingga Minggu, dengan kemungkinan terjadi badai petir pada sore hari.
Selesai/IF