CDC: Sebelas pasien tertular Hepatitis C akibat kelalaian di klinik Banqiao

02/09/2026 18:08(Diperbaharui 02/09/2026 18:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pusat Pengendalian Penyakit mengadakan acara pers darurat di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 2 September 2026)
Pusat Pengendalian Penyakit mengadakan acara pers darurat di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 2 September 2026)

Taipei, 2 Sep. (CNA) Sebuah klinik di Distrik Banqiao, New Taipei telah diperintahkan untuk menghentikan operasionalnya sementara dan didenda NT$300.000 (Rp167,5 juta) setelah sebelas pasien terinfeksi Hepatitis C akibat kelalaian dalam keselamatan medis dan kebersihan, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) pada Rabu (2/9).

Berbicara dalam sebuah konferensi pers, Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) mengatakan bahwa lembaganya menerima laporan pada 12 Agustus tentang dua anggota keluarga di Banqiao yang didiagnosis terinfeksi virus Hepatitis C akut (HCV).

Setelah memeriksa catatan medis pasien dan melakukan analisis filogenetik virus pada strain HCV mereka, CDC mengonfirmasi pada 17 Agustus bahwa kedua individu tersebut telah menerima suntikan terapi nutrisi di Klinik Antai Songhe (安泰淞鶴診所) di Banqiao, kata Lo.

Klinik tersebut terletak di dekat RS Memorial Far Eastern.

Pada 24 Agustus, anggota keluarga ketiga yang juga menerima suntikan terapi nutrisi di klinik tersebut, juga didiagnosis dengan Hepatitis C akut, sementara kontak dari dua pasien awal semuanya dinyatakan negatif terhadap virus tersebut, kata Lo.

Pejabat CDC dan Departemen Kesehatan New Taipei melakukan inspeksi mendadak di klinik pada 20 Agustus, dan kembali pada 26 Agustus bersama para ahli pengendalian infeksi, kata Lo.

Pelanggaran keselamatan medis yang meluas

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)

Selama inspeksi, pejabat menemukan banyak kegagalan dalam mematuhi standar kebersihan dan keselamatan medis, termasuk prosedur sterilisasi yang tidak tepat, kegagalan membersihkan permukaan, dan tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien.

Menurut CDC, tidak ditemukan wadah pembuangan benda tajam di klinik, sementara jarum dibiarkan menancap di penutup karet botol obat di area persiapan medis, sehingga memungkinkan penggunaan berulang dalam pengambilan obat.

Suntikan yang sudah diisi ditemukan baik di area persiapan medis maupun di area non-perawatan -- termasuk di bawah tempat tidur dalam satu kasus -- sementara obat-obatan, sampel darah, dan barang pribadi disimpan bersama di lemari es yang sama, kata CDC.

Seiring bertambahnya informasi, kata Lo, CDC memperluas penyelidikannya untuk mencakup semua 150 orang yang didiagnosis dengan Hepatitis C akut di Kota New Taipei selama tahun 2025 dan 2026.

Ditemukan bahwa delapan individu lain juga kemungkinan terinfeksi setelah menerima suntikan di Klinik Antai Songhe, kata Lo.

Pejabat CDC Li Yen-yi (李彥儀) mengatakan 11 pasien yang kasusnya terkait dengan klinik terdiri dari tujuh pria dan empat wanita, berusia antara 40-an hingga 70-an, yang mulai mengalami gejala antara 29 Januari dan 18 Agustus tahun ini.

Penilaian awal CDC mengaitkan klaster infeksi ini dengan "kelalaian dalam pengendalian infeksi, khususnya kegagalan mematuhi praktik suntikan yang aman," kata Li.

Pelacakan akan diperluas

Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun. (Sumber Foto : CNA, 2 September 2026)
Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun. (Sumber Foto : CNA, 2 September 2026)

Mengingat risiko paparan terhadap pasien lain di klinik, kata Li, CDC dan Departemen Kesehatan New Taipei memutuskan untuk memperluas pelacakan kontak retrospektif untuk mencakup siapa pun yang menerima suntikan di klinik pada atau setelah 1 Juli 2025.

Individu-individu ini akan dihubungi untuk melakukan tes darah di pusat kesehatan masyarakat Kota New Taipei, sementara mereka yang menerima suntikan antara April dan Agustus tahun ini akan diminta kembali untuk tes lanjutan dalam enam bulan, guna memastikan atau menyingkirkan infeksi, kata Li.

Dari 1.118 orang yang menerima suntikan di klinik selama periode ini, CDC memperkirakan sebanyak 5-10 persen dapat dinyatakan positif Hepatitis C, kata Lo.

Pada 27 Agustus, pemerintah Kota New Taipei memerintahkan klinik untuk menghentikan pemberian suntikan kepada pasien dan menjatuhkan denda sebesar NT$300.000. Pada Selasa, pemerintah kota memerintahkan klinik untuk menangguhkan operasional hingga dinyatakan sepenuhnya mematuhi peraturan.

Menurut CDC, sekitar 20-30 persen pasien dengan Hepatitis C akut mengalami gejala seperti demam, kelelahan, ketidaknyamanan perut, mual, atau penyakit kuning.

Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat berkembang menjadi Hepatitis C kronis, yang dapat menyebabkan penyakit hati serius seperti sirosis dan kanker hati.

Namun, pengobatan antivirus oral untuk Hepatitis C akut maupun kronis ditanggung oleh sistem Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) Taiwan, dan menawarkan tingkat kesembuhan yang sangat baik, kata CDC dalam siaran pers Rabu.

(Oleh Shen Pei-yao, Matthew Mazzetta, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.