Taipei, 2 Sep. (CNA) Beberapa kelompok masyarakat sipil di Taiwan pada hari Rabu (2/9) menyerukan pembebasan segera aktivis demokrasi Hong Kong, Joshua Wong (黃之鋒), saat ia mengaku bersalah di Hong Kong atas tuduhan keamanan nasional yang dapat dikenai hukuman penjara seumur hidup.
Wong mengaku bersalah di Pengadilan Tinggi Hong Kong pada hari Rabu atas tuduhan bersekongkol dengan aktivis yang mengasingkan diri, Nathan Law (羅冠聰), dan lainnya pada tahun 2020 untuk meminta sanksi asing, blokade, atau tindakan bermusuhan lainnya terhadap pemerintah Hong Kong dan Tiongkok, menurut Hong Kong Free Press (HKFP).
Pelanggaran tersebut, berdasarkan undang-undang keamanan nasional Hong Kong, dapat dikenai hukuman penjara tiga hingga sepuluh tahun, atau hingga penjara seumur hidup jika dianggap sebagai "kasus berat," menurut laporan HKFP.
Sambil meneriakkan "Kebebasan bukanlah kejahatan, Taiwan belum lupa," perwakilan dari kelompok-kelompok seperti Amnesty International Taiwan dan Asosiasi Taiwan Hong Kong berkumpul di luar Yuan Legislatif di Taipei pada hari Rabu untuk menyerukan pembebasan Wong.
Kelompok-kelompok tersebut mendesak otoritas Hong Kong untuk mencabut semua tuduhan terhadap Wong dan membebaskan pria berusia 29 tahun itu tanpa syarat, sekaligus mendesak diakhirinya apa yang mereka gambarkan sebagai penggunaan undang-undang keamanan nasional untuk menekan advokasi damai dan kebebasan berekspresi.
Mereka juga meminta pemerintah Taiwan untuk secara terbuka menyuarakan pendapat terkait kasus Wong.
Sang Pu (桑普), ketua Asosiasi Taiwan Hong Kong, mengatakan keputusan Wong untuk mengaku bersalah tidak boleh dianggap sebagai bentuk penyerahan diri, dengan mencatat bahwa pengakuan bersalah dapat menghasilkan pengurangan hukuman.
"Di dalam kandang besi yang besar, apakah Anda mengaku bersalah atau tidak bersalah? Mereka sebenarnya tidak pernah bersalah sejak awal," kata Sang, merujuk pada tahanan politik Hong Kong yang memilih untuk mengaku bersalah.
Penjatuhan hukuman telah ditunda ke tanggal yang akan ditentukan kemudian, menurut RTHK.
Wong saat ini sudah menjalani hukuman penjara empat tahun delapan bulan dalam kasus keamanan nasional terpisah yang melibatkan pemilihan pendahuluan tidak resmi tahun 2020 yang diorganisir oleh kubu pro-demokrasi Hong Kong. Ia diperkirakan akan menyelesaikan hukuman tersebut pada awal 2027.
Wong pertama kali dikenal luas sebagai remaja pada tahun 2012 saat berkampanye menentang rencana penerapan kurikulum pendidikan nasional di sekolah-sekolah Hong Kong, dan kemudian menjadi salah satu pemimpin mahasiswa paling terkenal dalam Gerakan Payung pro-demokrasi di kota itu pada tahun 2014.
Ia kemudian ikut mendirikan kelompok politik Demosisto, yang dibubarkan pada 30 Juni 2020, tepat pada hari yang sama ketika undang-undang keamanan nasional Hong Kong yang diberlakukan Beijing mulai berlaku di bekas koloni Inggris tersebut.
Selesai/