Taipei, 1 Sep. (CNA) Taiwan diperkirakan akan memasuki periode epidemi influenza musiman dalam dua minggu ke depan setelah jumlah kunjungan rawat jalan dan gawat darurat mingguan untuk penyakit mirip flu melampaui 100.000 untuk pertama kalinya musim ini, kata Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC) pada hari Selasa (1/9).
Total 101.628 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat untuk penyakit mirip influenza tercatat pada minggu 23-29 Agustus, naik 5,6 persen dari 96.199 pada minggu sebelumnya, melanjutkan tren kenaikan bertahap, kata Wakil Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC Lee Chia-lin (李佳琳).
CDC juga melaporkan 85 kasus influenza berat baru antara 25 Agustus dan 31 Agustus, sehingga total kumulatif untuk musim flu saat ini, yang dimulai pada Oktober 2025, menjadi 1.224.
Data laboratorium menunjukkan virus influenza A tetap dominan di Taiwan, dengan subtipe H1N1 menyumbang 74,1 persen dari kasus influenza A yang terdeteksi, kata Lee.
Di antara kasus berat kumulatif, 64,6 persen melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas, 82,8 persen memiliki penyakit kronis yang mendasari, dan 69,4 persen belum menerima vaksin influenza musim ini.
Juru bicara CDC Lin Ming-cheng (林明誠) mengatakan kunjungan gawat darurat terkait influenza menyumbang 10,5 persen dari seluruh kunjungan ke unit gawat darurat minggu lalu, mendekati ambang epidemi sebesar 11 persen.
Berdasarkan tren saat ini, Taiwan diperkirakan akan memasuki periode epidemi influenza dalam dua minggu ke depan, katanya.
Sementara itu, aktivitas COVID-19 terus mereda namun tetap pada tingkat yang relatif tinggi, dengan 21.969 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat tercatat pada minggu 23-29 Agustus, turun 13,4 persen dari minggu sebelumnya.
CDC juga melaporkan 69 kasus COVID-19 berat domestik baru dan 18 kematian terkait antara 25 Agustus dan 31 Agustus.
Di antara korban meninggal terdapat seorang wanita berusia 40-an dari Taiwan timur yang menderita kanker dan penyakit hati kronis. Dokter CDC Lin Yung-ching (林詠青) mengatakan vaksinasi COVID-19 terakhir wanita tersebut dilakukan pada tahun 2022.
Ia dirawat dengan obat antivirus setelah masuk ke unit gawat darurat, di mana rontgen dada menunjukkan pneumonia. Ia juga memiliki jumlah sel darah putih yang rendah dan penanda inflamasi yang meningkat, dan meninggal keesokan harinya.
Lin Ming-cheng juga mengimbau sekolah, orang tua, dan siswa untuk menjaga kebersihan tangan, mematuhi etika pernapasan, menjaga kebersihan dan ventilasi ruang kelas, serta tetap waspada terhadap peningkatan risiko penularan penyakit pernapasan di lingkungan sekolah dan rumah tangga seiring anak-anak yang mulai masuk sekolah.
CDC mengatakan sekitar 1,832 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan musim ini hingga 30 Agustus, dengan sekitar 110.000 dosis tersisa secara nasional.
Karena keterbatasan masa simpan setelah pencairan, program vaksinasi COVID-19 musim ini akan berakhir pada 9 September.
CDC mengimbau lansia dan orang-orang yang berisiko tinggi mengalami sakit berat untuk segera divaksinasi guna mengurangi risiko komplikasi berat atau kematian.
Selesai/IF