Taipei, 2 Sep. (CNA) Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Taipei melalui programnya BRI Peduli mengadakan dua pelatihan yaitu memasak makanan Taiwan dan tata rias untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) secara gratis. Kepada CNA, Vira Eliza dari Peduli BRI mengatakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas PMI di Taiwan. BRI menghadirkan kegiatan bertajuk BRI Peduli Go Global “PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities” yang dikemas melalui dua lokakarya.
Lokakarya memasak makanan Taiwan
Kegiatan lokakarya pertama yang diselenggarakan BRI yaitu praktik memasak secara langsung bersama instruktur. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian masakan Taiwan secara aplikatif.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (22/8) bertempat di Deh Yu College of Nursing and Health
No. 336, Fuxing Rd, Kota Keelung dimulai pada pukul 9 pagi hingga 4 sore. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 orang yang sebelumnya telah mendaftar. Sebelum kegiatan memasak dimulai, acara tersebut diawali dengan kegiatan Edukasi Mindset Wirausaha, Literasi Keuangan dan Manajemen Remitansi yang bertujuan membekali PMI dalam pemahaman dalam wirausaha dan pengelolaann keuangan.
Setelah pukul 1 siang, peserta mengikuti sesi lokakarya dan praktik memasak masakan Taiwan secara terpadu bersama instruktur koki dari Taiwan. Peserta memperoleh pengalaman praktik langsung mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan.
Menu masakan Taiwan yang dipelajari oleh para peserta antara lain mi goreng Taiwan 台式炒麵 (Táishì Chǎomiàn), dan Three Cup Chicken 三杯雞(SānbēiJī).
Lokakarya tata rias
Menurut Vira Eliza, kegiatan lokakarya kedua dengan konsep Beauty and Inclusivity diangkat dengan keyakinan bahwa kecantikan merupakan bentuk ekspresi diri yang dapat diakses oleh setiap individu.
Lokakarya kali ini diadakan pada Minggu (23/8) bertempat di area Festival Budaya Indonesia New Taipei City Government Civic Plaza.
Lokakarya tersebut dihadiri oleh 20 peserta di mana kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yaitu sesi pengenalan tata rias secara teori. Sesi ini mengedepankan pendekatan yang inklusif dengan menghadirkan materi yang mudah dipahami, aplikatif, serta relevan dengan kebutuhan peserta, tanpa memandang latar belakang maupun tingkat kemampuan dalam menggunakan tata rias.
Sesi selanjutnya demonstrasi dan praktik tata rias yang dipandu oleh seorang beauty trainer profesional berkewarganegaraan Indonesia yang berdomisili di Taiwan, dengan melibatkan peserta secara aktif selama kegiatan berlangsung. Penyediaan area aktivasi bertempat di tenda yang ramai pengunjung juga dirancang sebagai ruang interaksi bagi peserta untuk memperoleh pengalaman edukatif di bidang kecantikan dalam suasana yang nyaman dan menarik.
Kegiatan dimulai pada pukul 2 siang dan berakhir sebelum penampilan artis Sheila on 7. BRI menunjuk Naya Make up Artist (MUA) sebagai pelatihnya. Di akhir kegiatan juga diberikan penghargaan bagi peserta tata rias terbaik.
Selesai/IF