Taipei, 27 Agu. (CNA) Taiwan telah menyiapkan tim pencarian dan penyelamatan nasionalnya untuk berangkat ke Nepal setelah banjir bandang dahsyat melanda dekat perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8), kata para pejabat pada Kamis.
Pemerintah pada Rabu memerintahkan tim khusus nasional pencarian dan penyelamatan serta unit-unit rotasi dari Tainan, Kota Hsinchu, dan Kabupaten Chiayi untuk bersiap-siap berangkat, ujar Direktur Jenderal Pemadam Kebakaran Nasional Hsiao Huang-chang (蕭煥章).
Meskipun Taiwan belum menerima permintaan bantuan, tim khusus nasional penyelamatan dan penelitian akan merespons dengan cepat, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (MOFA), terhadap permintaan operasi penyelamatan dari negara-negara yang terdampak, katanya dalam konferensi pers setelah rapat mingguan Yuan Eksekutif (Kabinet).
Dalam acara tersebut, juru bicara Kabinet Michelle Lee (李慧芝) menyampaikan rasa duka mendalam dari Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) atas bencana dan korban jiwa.
Cho telah menginstruksikan pejabat Kabinet untuk menentukan apakah ada warga negara Taiwan yang terdampak dan untuk menilai kebutuhan penyelamatan setempat, kata Lee.
Richard Liu (劉昆豪), wakil kepala Departemen Asia Timur dan Pasifik MOFA, mengatakan belum ada laporan yang diterima mengenai warga negara Taiwan yang terjebak atau terdampak.
Liu menambahkan bahwa Nepal belum meminta bantuan dari Taiwan hingga Kamis siang.
Laporan awal menyebutkan bahwa gempa bumi di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok telah memicu banjir tersebut, namun Survei Geologi Amerika Serikat kemudian membantah hal itu, memastikan bahwa bencana tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser Himalaya dan aliran material longsor, menurut media internasional.
Hingga Kamis sore, lebih dari 800 orang dilaporkan hilang di Nepal, di mana 177 jenazah telah ditemukan. Di Tibet, 558 orang tercatat hilang dan tiga kematian telah dikonfirmasi, meskipun masih belum jelas apakah angka-angka tersebut tumpang tindih, menurut laporan BBC.