Taipei, 25 Agu. (CNA) Ratusan orang Indonesia berkumpul di depan pusat kebudayaan imigran baru kota Taoyuan pada Minggu (23/8) untuk mengikuti aneka ragam kegiatan lomba memperingati kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Menurut ketua panitia yang dihubungi oleh CNA, para peserta kebanyakan dari pekerja migran Indonesia yang juga tergabung sebagai mahasiswa di Universitas Terbuka Taiwan (UTT).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (HIMMAS UTT) ini dihadiri sekitar 100 lebih penonton dan perlombaan yang diikuti sekitar 50 peserta, ujar ketua panitia pelaksana, Jayati Manda Sari atau yang biasa dipanggil Manda.
“Untuk peserta yang mengikuti perlombaan, jumlahnya sekitar 50 orang lebih. Sedangkan kalau dihitung secara keseluruhan, termasuk peserta, keluarga, panitia, dan masyarakat yang datang untuk meramaikan acara, jumlahnya lebih dari 100 orang. Menurut saya, jumlah tersebut menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia di Taiwan terhadap kegiatan seperti ini cukup besar,” ungkap perempuan yang telah 2 tahun tinggal di Taiwan ini.
Menurutnya, perlombaan tersebut memang dikhususkan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan untuk memperingati hari kemerdekaan RI. Namun, lebih dari itu, ia menambahkan, pihaknya ingin menjadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan para mahasiswa UT serta PMI di Taiwan.
“Karena kita berada jauh dari tanah air dan keluarga, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kembali suasana kemerdekaan Indonesia di tanah rantau. Kami ingin teman-teman PMI bisa berkumpul, bersenang-senang, saling mengenal, dan menikmati momen kebersamaan,” ujar perempuan yang bekerja sebagai perawat migran di panti jompo ini.
Enam perlombaan dihelat yaitu memasukkan paku, bakiak, balap karung, makan kerupuk, estafet kelereng, dan joget balon. Selain itu, ada juga kostum unik sebagai lomba tambahan.
“Masing-masing lomba punya keseruannya sendiri. Kami ingin menghadirkan perlombaan yang sederhana dan familiar dengan suasana Agustusan di Indonesia, tetapi tetap seru dan bisa dinikmati oleh teman-teman PMI di Taiwan,” ujar perempuan yang mengenyam pendidikan di Universitas Terbuka jurusan Ilmu Komunikasi ini.
Meskipun lomba semacam ini kerap dilakukan setiap tahunnya, akan tetapi ada hal yang spesial dirasakan oleh Manda pada perayaan tahun ini. Ia menilai, perayaan kali ini antusiasme peserta yang benar-benar di luar ekspektasi. Salah satunya terlihat dari lomba kostum unik.
"Awalnya HIMMAS UTT hanya ingin memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas mereka, tetapi ternyata hasilnya benar-benar keren dan jauh lebih meriah dari yang dibayangkan," kata dia.
Manda menyebut, peserta datang dengan berbagai ide dan kostum yang kreatif, sehingga suasana acara menjadi semakin hidup. Selain itu, ada juga joget balon yang membuat suasana semakin seru dan penuh tawa.
"Jadi bukan hanya peserta yang menikmati, penonton juga ikut terbawa suasana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, sebagai panitia mereka tidak menyangka bahwa acara tersebut bisa semeriah itu. Melihat peserta begitu antusias, kreatif, dan menikmati setiap perlombaan menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi panitia.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau mendapatkan hadiah, tetapi tentang bagaimana kita bisa berkumpul, tertawa, bersilaturahmi, dan merasakan kembali semangat kemerdekaan Indonesia meskipun sedang berada jauh dari tanah air,” ungkap Manda.
Di akhir wawancara, Manda berpesan bagi PMI yang tidak sempat hadir untuk tetap semangat terus belajar, berkarya, dan mengembangkan diri meskipun kita sedang jauh dari tanah air.
“Menjadi PMI bukan berarti kita berhenti mengejar pendidikan atau impian. Justru selama berada di perantauan, kita punya banyak kesempatan untuk belajar hal baru, membangun relasi, dan memberikan kontribusi positif. Dan yang paling penting, mari kita tetap menjaga kebersamaan dan saling mendukung sesama PMI,” pesannya.
Ia pun mendoakan agar semua PMI yang berada di perantauan Taiwan diberikan kesuksesan dan tetap membawa nama baik Indonesia, dan suatu saat nanti bisa pulang dengan membawa cerita serta pencapaian yang membanggakan.