Taipei, 23 Agu. (CNA) Kelurahan Hengchun di Kabupaten Pingtung, Taiwan selatan, sedang mempersiapkan lomba panjat tiang Festival Hantu tahunan pada 27 Agustus, dengan panitia mendirikan tiang lentera bambu setinggi 21 meter pada hari Rabu (19/8) dalam sebuah ritual tradisional untuk mengundang arwah gentayangan bergabung dalam perayaan tersebut.
Dengan menggunakan ekskavator, para pekerja mengangkat tiang setinggi 21 meter ke atap struktur kompetisi -- sebuah bangunan yang ditinggikan dan didukung oleh 36 tiang kayu untuk acara tersebut.
Kepala Kelurahan Hengchun, You Shi-jing (尤史經), memimpin upacara memohon berkah untuk kesuksesan lomba, menekankan upaya untuk melestarikan tradisi rakyat yang dihargai di kecamatan tersebut.
Secara lokal dikenal sebagai Cianggu (搶孤), lomba ini melibatkan tim beranggotakan lima orang yang membentuk piramida manusia dan membantu seorang pemanjat untuk menaiki tiang kayu setinggi 13 meter yang telah dilumuri lemak sapi untuk merebut bendera seremonial di puncaknya, dengan tim pertama yang berhasil akan memenangkan hadiah sebesar NT$350.000 (Rp195 juta).
You mengatakan total hadiah untuk acara tahun ini akan mencapai NT$1,15 juta, seraya menambahkan bahwa panitia memperkirakan sekitar 1.000 pengunjung akan hadir.
Sebagai salah satu tradisi rakyat paling terkenal di Taiwan, lomba ini akan berlangsung pada tengah malam tanggal 27 Agustus -- hari ke-15 bulan ketujuh penanggalan lunar, Bulan Hantu -- untuk memperingati Festival Hantu.
Selama Bulan Hantu, komunitas di seluruh Taiwan menghormati arwah gentayangan dengan persembahan makanan dan dupa, dengan perayaan utama berlangsung pada hari ke-15.
Menurut pemerintah Kabupaten Pingtung, beberapa dari 36 tiang kayu disediakan untuk arwah gentayangan, dengan tiang bambu setinggi 21 meter melambangkan undangan bagi "saudara baik" -- istilah lokal untuk hantu -- untuk bergabung dalam perayaan Festival Hantu.
Selesai/ja