Taipei, 24 Agu. (CNA) Hujan lebat diperkirakan akan terus terjadi di sebagian besar wilayah Taiwan hingga Selasa (25/8) pagi, dengan curah hujan sangat deras kemungkinan terjadi di daerah selatan dan tenggara, akibat angin barat daya yang kuat dan beberapa sistem cuaca di wilayah tersebut, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) pada Senin.
CWA mengeluarkan peringatan pada hari Senin untuk hujan sangat deras atau sangat ekstrem di Tainan, Kaohsiung, Pingtung, dan Taitung, serta untuk hujan sangat lebat hingga sangat deras di Chiayi, Hualien, dan di Semenanjung Hengchun.
Hujan lebat hingga sangat lebat juga diperkirakan terjadi dari Senin hingga Selasa di Changhua, Yunlin, Kota Chiayi, Yilan, Pulau Hijau, Kabupaten Penghu, dan daerah pegunungan Taichung dan Nantou, kata CWA.
CWA juga memperingatkan adanya petir, embusan angin kencang, dan banjir di daerah dataran rendah, serta tanah longsor, guguran batu, aliran puing, dan sungai yang naik dengan cepat di wilayah pegunungan minggu ini.
Sementara itu, seiring Taifun Saudel terus bergerak menuju Taiwan, peringatan laut mungkin akan dikeluarkan pada hari Rabu, kata peramal cuaca CWA Yeh Chih-chun (葉致均) dalam konferensi pers pada hari Senin.
Yeh mengatakan Saudel diperkirakan akan mendekati Kepulauan Ryukyu pada hari Rabu sebelum berbelok ke arah barat daya dan melintas dekat Taiwan pada hari Kamis dan Jumat.
Seiring taifun semakin mendekat, curah hujan di Taiwan utara diperkirakan akan meningkat, tambahnya, namun masih belum jelas seberapa dekat Saudel akan melintas.
Meskipun Saudel diperkirakan mulai melemah secara bertahap pada hari Selasa, taifun ini akan mendekati Taiwan sebagai taifun, kata Yeh.
Badai tropis lain, bernama Atsani, yang terbentuk di tenggara Filipina pada pukul 8 pagi hari Senin, diperkirakan akan terserap ke dalam sirkulasi Saudel, katanya.
Badai ketiga, Narra, yang berada di dekat Vietnam pada hari Senin, tidak diperkirakan akan secara langsung mempengaruhi Taiwan, ujar Yeh.
Pada hari Senin, kondisi laut di sekitar Taiwan tetap berbahaya akibat sistem cuaca yang menyebabkan gelombang tinggi dan angin berkelanjutan dengan kecepatan 63-103 kilometer per jam, kata CWA.
Selesai/