Mahasiswa berbagai negara berkumpul di NTNU untuk kursus intensif semikonduktor dan AI

20/08/2026 16:03(Diperbaharui 20/08/2026 16:59)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Mahasiswa dari berbagai negara berpartisipasi dalam kursus intensif musim panas di National Taiwan Normal University. (Sumber Foto : National Taiwan Normal University)
Mahasiswa dari berbagai negara berpartisipasi dalam kursus intensif musim panas di National Taiwan Normal University. (Sumber Foto : National Taiwan Normal University)

Taipei, 20 Agu. (CNA) Mahasiswa dari berbagai negara datang ke Taiwan untuk mengikuti kursus intensif musim panas bertema semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) di National Taiwan Normal University yang diisi mata kuliah, pengalaman praktik, kunjungan perusahaan, dan pertukaran budaya.

Kursus dalam bahasa Inggris yang diadakan pada dari 10 Agustus hingga Jumat (21/8) ini diikuti 45 mahasiswa dari sebelas perguruan tinggi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, dan Indonesia, kata NTNU dalam sebuah rilis pers yang dirilis Kamis.

Dekan Fakultas Teknik dan Rekayasa NTNU, Hung Yi-hsuan (洪翊軒) mengatakan NTNU telah menerapkan sistem semester 16 pekan sejak tahun akademik 2022/2023, dan penyelenggaraan kursus intensif pada musim panas dinilai sangat sesuai dengan jadwal liburan musim panas mahasiswa internasional.

Dari segi perencanaan kurikulum, kata NTNU, pihaknya memanfaatkan keunggulan integrasi lintas departemen di bidang sains dan teknologi. Materi pembelajaran mencakup berbagai topik, mulai dari pengetahuan dasar semikonduktor hingga penerapannya di industri.

(Sumber Foto : National Taiwan Normal University)
(Sumber Foto : National Taiwan Normal University)

Para pengajar berasal dari bidang fisika, teknik elektro, teknik mekatronika, serta optoelektronika, sehingga mahasiswa dapat mempelajari berbagai teknologi penting dan penerapan masa depan semikonduktor dan AI dalam waktu singkat, kata NTNU.

Selain pembelajaran di kelas, NTNU juga mengatur kunjungan ke TSMC Museum of Innovation dan Industrial Technology Research Institute, di mana mahasiswa dapat memahami perkembangan industri semikonduktor dan penerapan teknologi secara langsung, kata pihah kampus.

Program juga dilengkapi dengan kelas dasar bahasa Mandarin serta kunjungan budaya ke National Palace Museum dan Pasar Malam Shilin, sehingga mahasiswa internasional dapat mengenal teknologi, bahasa, dan budaya Taiwan secara lebih mendalam, kata NTNU.

Lidia Roteng, mahasiswi di Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Sorong, mengatakan bahwa program selama dua pekan tersebut sangat padat sekaligus menarik. Ia pun mengaku optimistis terhadap prospek perkembangan AI dan industri semikonduktor di masa depan.

(Sumber Foto : National Taiwan Normal University)
(Sumber Foto : National Taiwan Normal University)

Lidia secara khusus mengatakan bahwa meskipun kursus tersebut diselenggarakan pada masa liburan musim panas, materi yang diberikan tetap memiliki tingkat kedalaman profesional yang tinggi.

Dengan turut menyertakan kunjungan ke perusahaan dan laboratorium, menurutnya, program ini sama komprehensifnya dengan perkuliahan reguler, sehingga membuatnya mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan studi di Taiwan.

Universitas Muhammadiyah Sorong sebelumnya menggelar pelepasan tiga mahasiswa mereka untuk program ini, di mana Rektor Muhammad Ali dalam arahannya menekankan pentingnya wawasan global sebagai bekal mahasiswa serta semangat untuk terus bermimpi besar sejalan dengan slogan universitas yakni unggul, humanis, dan mencerahkan, menurut rilis pers terpisah.

NTNU mengatakan bahwa selama dua pekan program ini, para peserta berkesempatan untuk mempelajari teknologi, melihat industri, belajar bahasa, dan mengenal Taiwan, sekaligus membangun hubungan lintas negara melalui pembelajaran bersama. 

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

(Sumber Foto : National Taiwan Normal University)
(Sumber Foto : National Taiwan Normal University)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.