Taipei, 28 Juli (CNA) Partai oposisi utama Kuomintang (KMT) telah menyatakan dukungannya terhadap aksi unjuk rasa yang akan diselenggarakan oleh kelompok-kelompok sipil di Taipei pada 1 Agustus yang akan menyerukan keadilan hukum, peningkatan keamanan publik, dan hukuman yang lebih berat untuk pelanggaran terkait narkoba dan mengemudi dalam keadaan mabuk.
Aksi unjuk rasa yang akan dimulai pukul 14.00 di Jalan Ketagalan, tepat di depan Kantor Kepresidenan, ini diselenggarakan oleh beberapa organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak korban kejahatan serta mempromosikan keadilan dan kesetaraan sosial.
"Tolak mengemudi di bawah pengaruh narkoba dan alkohol, masyarakat menginginkan keamanan, ketertiban umum membutuhkan polisi, keadilan harus ditegakkan," adalah seruan utama dari kelompok masyarakat sipil tersebut.
Berbicara dalam konferensi pers pada hari Senin (27/7), Sekretaris Jenderal Fraksi Legislatif KMT Lin Pei-hsiang (林沛祥) menggambarkan aksi unjuk rasa ini sebagai seruan kolektif untuk keamanan, keadilan, dan kesetaraan, serta Lin mengundang masyarakat yang peduli terhadap keamanan publik dan keadilan peradilan untuk turut berpartisipasi.
Wakil Sekretaris Jenderal Kaukus KMT Hsu Yu-chen (許宇甄) mengatakan bahwa mengemudi di bawah pengaruh narkoba semakin marak dan telah merenggut nyawa banyak orang yang tidak bersalah.
Ia mengatakan bahwa kaukus KMT telah mengusulkan amandemen di Komite Peradilan dan Hukum Organik serta Statuta Legislatif yang akan menjadikan mengemudi di bawah pengaruh narkoba yang menyebabkan kematian dapat dihukum mati, seraya menambahkan bahwa kaukus akan terus mendorong revisi tersebut.
Legislator KMT Hung Mong-kai (洪孟楷) mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ini bersifat non-partisan dan terbuka bagi siapa saja yang mendukung keadilan peradilan, mendukung polisi, dan menentang mengemudi di bawah pengaruh narkoba dan alkohol.
Ia juga mengaitkan aksi unjuk rasa yang direncanakan ini dengan demonstrasi keamanan pangan yang diadakan hari Sabtu, dengan mengatakan bahwa partai yang berkuasa seharusnya "malu" karena masyarakat harus turun ke jalan untuk menuntut keamanan pangan dan keamanan publik.
Lin Chih-hao (林志豪), presiden salah satu kelompok penyelenggara aksi, Asosiasi Nasional Kesetaraan untuk Kehidupan, Taiwan, mengatakan bahwa acara ini akan mendorong hak asasi polisi, hak untuk hidup dan keselamatan saat bertugas, serta hak litigasi korban kejahatan.
Ia mengajak masyarakat, khususnya hakim dan kejaksaan, untuk menghadiri aksi unjuk rasa dan menunjukkan dukungan kepada polisi serta korban kejahatan.