Taipei, 21 Juli (CNA) Seluruh kiriman minyak goreng yang diproduksi oleh perusahaan Central Union Oil Corp. antara bulan April dan Juni yang sebelumnya belum menjalani uji keamanan, semuanya telah memenuhi standar keamanan, kata Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Senin (20/7).
TFDA mengatakan telah menyelesaikan pengujian terhadap seluruh 30 kiriman yang diproduksi perusahaan selama periode tersebut.
Tujuh kiriman sebelumnya telah dipastikan mengandung kadar karsinogen benzo[a]pyrene (BaP) yang berlebihan, sehingga memicu kekhawatiran besar terkait keamanan pangan dan penarikan produk secara luas.
Satu kiriman diekspor ke luar negeri dan tidak dapat diambil sampelnya, sementara 22 kiriman sisanya — termasuk tiga yang belum dikirim — semuanya dinyatakan negatif mengandung kadar BaP yang berlebihan, kata TFDA.
TFDA menguji 53 sampel minyak mentah dan 171 produk jadi. Dari jumlah tersebut, empat sampel minyak mentah dan lima produk jadi tidak lulus uji, namun semuanya terkait dengan dua kiriman minyak mentah yang diproduksi pada 8 April dan 13 April yang sebelumnya telah diidentifikasi mengandung kadar BaP berlebihan.
Wakil Direktur Jenderal TFDA Wang Te-yuan (王德原) mengatakan pihaknya telah mencocokkan temuan laboratorium dengan catatan ketertelusuran untuk menentukan cakupan penuh produk yang terdampak, dan Komite Penasihat Penilaian Risiko Keamanan Pangan akan bertemu hari Selasa untuk membahas apakah produk yang ditarik dari rak sebagai tindakan pencegahan dapat dikembalikan ke toko.
Selain itu, tim investigasi independen yang ditunjuk oleh TFDA akan memeriksa pabrik Central Union hari Selasa untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap proses manufaktur dan manajemen mutu guna mencoba menentukan penyebab kontaminasi, dengan investigasi yang diharapkan selesai dalam waktu satu pekan, kata Wang.
Sementara itu, Kabinet mengatakan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) akan mengajukan amandemen terhadap Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan serta peraturan terkait untuk ditinjau Kabinet hari Kamis.
Revisi yang diusulkan, yang dipicu oleh kasus Central Union, diperkirakan akan mencakup hukuman yang lebih berat bagi perusahaan yang menunda, menyembunyikan, atau memalsukan laporan insiden keamanan pangan.
Central Union didenda NT$165,2 juta karena tidak segera melaporkan pada pekan kedua bulan Juni bahwa satu kiriman minyak goreng berbahan dasar kedelai miliknya ditemukan mengandung kadar BaP empat kali lipat dari batas yang diizinkan.
Sebaliknya, perusahaan baru mengungkapkan temuan tersebut pada akhir Juni, tiga pekan setelah mengetahuinya, menurut MOHW pada awal Juli.
Langkah lain dalam revisi yang diusulkan termasuk persyaratan pengujian mandiri yang lebih ketat untuk bisnis pangan berisiko tinggi, perluasan ketertelusuran produk, dan aturan yang lebih jelas terkait penarikan produk, penarikan pencegahan, dan pengembalian produk ke pasar.