Sejumlah luka ringan dilaporkan di Taiwan akibat Taifun Bavi

11/07/2026 14:06(Diperbaharui 11/07/2026 14:07)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seorang lansia pengendara motor tertimpa pohon tumbang di jalanan Kabupaten Yunlin pada Sabtu pagi. (Sumber Foto : Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Yunlin)
Seorang lansia pengendara motor tertimpa pohon tumbang di jalanan Kabupaten Yunlin pada Sabtu pagi. (Sumber Foto : Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Yunlin)

Taipei, 11 Juli (CNA) Taifun Bavi telah menyebabkan 36 orang terluka di Taiwan hingga pukul 08.00 Sabtu (11/7), dengan sebagian besar kasus berupa kecelakaan saat berkendara atau cedera yang dialami ketika melakukan persiapan menghadapi bencana, menurut pihak berwenang.

Cedera yang terjadi meliputi luka akibat terjatuh, tergores atau terpotong, serta terkena benda yang jatuh. Seluruhnya tergolong ringan, kata Pusat Operasi Darurat Nasional dalam pengarahan pada Sabtu pagi. Hingga saat itu, belum ada laporan korban meninggal dunia.

Dari jumlah korban luka tersebut, Kabupaten Yunlin di Taiwan tengah mencatat delapan kasus, sementara Taichung mencatat empat kasus. CEOC tidak menyebutkan lokasi terjadinya korban luka lainnya.

Sementara itu, hingga pukul 08.00, sebanyak 14.210 warga telah dievakuasi di seluruh Taiwan. Jumlah evakuasi tertinggi tercatat di Kabupaten Hualien di timur dengan 5.157 orang, disusul Taichung di tengah, dengan 2.060 orang yang telah dipindahkan ke tempat aman.

CEOC mengatakan Taifun Bavi mulai memengaruhi Taiwan setelah melintasi daratan, dan memperingatkan bahwa angin kencang serta hujan lebat masih akan terus dirasakan di berbagai wilayah pulau tersebut.

Gelombang tinggi diperkirakan terjadi di sepanjang pesisir timur dan utara Taiwan, serta di sekitar Kepulauan Matsu. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menjauhi kawasan pantai.

Curah hujan terbanyak diperkirakan terjadi di Taiwan utara dan timur laut serta wilayah pegunungan. Hujan deras berintensitas tinggi tersebut berpotensi menyebabkan banjir bandang dan genangan air, menurut CEOC.

Warga di Taiwan utara dan tengah, pulau-pulau lepas pantai, serta kawasan pesisir yang terbuka juga disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan akibat angin kencang, kata CEOC.

Longsor menutupi jalanan di Kabupaten Hsinchu pada Sabtu. (Sumber Foto : Pemerintah Kabupaten Hsinchu)
Longsor menutupi jalanan di Kabupaten Hsinchu pada Sabtu. (Sumber Foto : Pemerintah Kabupaten Hsinchu)

CEOC mengidentifikasi wilayah berisiko tinggi terhadap bencana lereng di Kota Keelung, New Taipei, Taipei, Taoyuan, Kabupaten Hsinchu, Kabupaten Miaoli, Taichung, Kabupaten Nantou, Kabupaten Yunlin, Kabupaten Chiayi, Kaohsiung, serta wilayah pegunungan di kabupaten Yilan dan Hualien, di mana sejumlah permukiman berpotensi terisolasi.

Hingga pukul 06.30, pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan kuning untuk 184 lokasi berpotensi aliran longsor di Yilan, New Taipei, Taoyuan, Hsinchu, dan Miaoli, dengan konsentrasi terbesar berada di Yilan dan Hsinchu.

Selain itu, terdapat empat peringatan kuning untuk potensi longsor berskala besar, termasuk tiga lokasi di Kabupaten Hsinchu dan satu lokasi di Kabupaten Miaoli, kata pihak berwenang.

Setelah menerima laporan mengenai situasi terkini, Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap ancaman longsor, batu jatuh, aliran puing, serta banjir bandang di wilayah pegunungan, maupun banjir di kawasan dataran rendah.

Liu juga mengatakan bahwa kondisi laut yang ganas di sekitar Taiwan telah mendorong Direktorat Jenderal Penjaga Pantai Taiwan meningkatkan patroli dan memberlakukan pembatasan aktivitas di zona peringatan pesisir.

Sementara itu, sekitar 27.000 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik, dengan upaya perbaikan yang terus berlangsung, ujarnya.

Liu menambahkan bahwa pihak berwenang terus memantau secara ketat danau bendungan alami akibat longsor di Sungai Mataian dan Sungai Wanli di Kabupaten Hualien, memperkuat langkah tanggap darurat, serta melacak jumlah warga yang mungkin perlu dievakuasi akibat potensi meluapnya danau bendungan alami di Sungai Wanli.

(Oleh Liu Chien-pang, Sean Lin, dan Jason Cahyadi)

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.