Taoyuan, 6 Juli (CNA) Pesawat bermotif khusus pertama milik StarLux Airlines, hasil kolaborasi dengan seniman kontemporer legendaris Jepang Hajime Sorayama, mendarat di Bandara Internasional Taoyuan pada Minggu (5/7) pukul 11.38, diterbangkan dari Prancis oleh Ketua Chang Kuo-wei (張國煒).
Kedatangan pesawat yang dinamakan "STARLUX AIRSORAYAMA SILVER" dengan nomor registrasi B-58553 itu disambut antusias ratusan pencinta dirgantara yang memadati area dek pengamatan Terminal 2.
Melihat kepadatan, pihak bandara sempat memberlakukan pembatasan arus pengunjung setelah jumlah penonton di lokasi melampaui batas kapasitas aman sebanyak 300 orang, menyisakan antrean panjang pendaki dan fotografer yang tidak sabar di luar area dek.
Pesawat seni ini resmi diserahterimakan di kantor pusat Airbus di Toulouse pada Jumat waktu setempat. Chang memimpin tim delegasi ke Prancis sebelum menerbangkan sendiri pesawat tipe Airbus A350-1000 tersebut kembali ke Taiwan.
Kepada media, Chang mengungkapkan bahwa proses penyesuaian estetika bodi pesawat membutuhkan dedikasi yang sangat luar biasa dari tim teknis. Karya-karya ikonik Sorayama dikenal menonjolkan refleksi logam berkilau, ujarnya.
Namun, badan pesawat A350-1000 terbuat dari material komposit serat karbon modern, bukan logam tradisional, sehingga permukaannya tidak dapat dipoles untuk menghasilkan efek pantulan logam biasa, ujar pendiri Starlux itu.
Chang menyampaikan bahwa timnya juga menghadapi tantangan regulasi penerbangan yang melarang penggunaan cat berbahan dasar logam berat pada eksterior pesawat.
"Kami menghabiskan waktu yang sangat lama untuk memecahkan masalah ini. Pada akhirnya, produsen cat mitra kami memilih menggunakan formula berbasis mika untuk merekayasa ilusi tekstur logam," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses pencampuran dan penyempurnaan formula cat saja memakan waktu sekitar enam hingga delapan bulan, dengan beberapa kali revisi jarak jauh karena Sorayama berada di Tokyo dan tidak bisa hadir langsung ke pabrik Airbus di Prancis.
Cuaca musim panas yang sangat terik dan keterlambatan yang sempat mewarnai jadwal pendaratan tidak menghadang para pencinta dirgantara untuk menunggu.
Salah seorang fotografer pesawat yang datang satu jam lebih awal menyatakan kebanggaannya bisa menjadi salah satu orang pertama di Taiwan yang mengabadikan fisik asli "Sorayama Silver" yang memukau.
(Oleh Ricky Wu dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC