Gunung api lumpur meletus di dekat kuil di Pingtung

06/07/2026 14:29(Diperbaharui 06/07/2026 14:29)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Gunung lumpur di dekat sebuah kuil di Kabupaten Pingtung meletus tanpa peringatan pada Senin pagi. (Sumber Foto : CNA, 6 Juli 2026)
Gunung lumpur di dekat sebuah kuil di Kabupaten Pingtung meletus tanpa peringatan pada Senin pagi. (Sumber Foto : CNA, 6 Juli 2026)

Taipei, 6 Juli (CNA) Sebuah gunung api lumpur meletus tanpa peringatan di dekat sebuah kuil di Kabupaten Pingtung pada Senin pagi (6/7), meluapkan lumpur lebih dari 1 meter ke udara dari dua lubang ventilasi.

Letusan tersebut, yang merupakan yang kedua tahun ini, terjadi sekitar pukul 8 pagi di dekat kuil Huang Yuan di Dusun Wannei, dengan lumpur menyembur dari dua lubang yang berjarak sekitar 50 meter, menurut kepala dusun Chen Yu-yi (陳玉意).

Beberapa lahan pertanian di sekitar tertutup lumpur, namun tidak ada kerusakan tanaman karena saat ini ladang-ladang tersebut sedang bera, kata Chen kepada CNA.

Sebuah ekskavator digunakan untuk mengalihkan aliran lumpur dan mencegahnya menyebar lebih jauh ke lahan pertanian, ujar Chen.

Sebuah ekskavator mengalihkan aliran lumpur untuk mencegah lumpur dari gunung lumpur menyebar lebih jauh ke lahan pertanian.  (Sumber Foto : CNA, 6 Juli 2026)
Sebuah ekskavator mengalihkan aliran lumpur untuk mencegah lumpur dari gunung lumpur menyebar lebih jauh ke lahan pertanian.  (Sumber Foto : CNA, 6 Juli 2026)

Menurut pemerintah Kabupaten Pingtung, letusan gunung api lumpur adalah fenomena geologi langka yang terjadi ketika gas bertekanan tinggi di bawah tanah seperti metana mendorong air tanah melalui batu lumpur yang terlarut, memaksa lumpur naik ke permukaan melalui retakan.

Gunung tersebut dapat berukuran mulai dari beberapa meter hingga beberapa kilometer, dengan letusan yang dapat mencapai ketinggian beberapa ratus meter, kata pemerintah kabupaten.

Sejak tahun 1988, gunung api lumpur di Dusun Wannei telah meletus setidaknya sekali setiap tahun, menurut catatan kabupaten.

(Oleh Lee Hui-ting, Ko Lin, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.