Taipei, 5 Jun. (CNA) Biro Pendidikan Kota Taichung baru-baru ini menggelar kegiatan observasi dan pertukaran pengalaman terkait program makan siang sekolah sehat, menjelang penerapan kebijakan makan siang gratis di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama negeri maupun swasta mulai tahun ajaran 2026, menurut otoritas setempat.
Program tersebut menjadi sorotan setelah muncul keluhan mengenai porsi makanan di salah satu sekolah, di mana satu panci sup dilaporkan hanya berisi sembilan butir bakso.
Dalam keterangannya kepada CNA pada Kamis (5/6), Biro Pendidikan Kota Taichung mengatakan kegiatan bertajuk "Pertemuan Pertukaran dan Bimbingan Tim Makan Siang Sekolah serta Observasi Sekolah Percontohan Pendidikan Pola Makan Sehat" diselenggarakan bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Prasekolah Kementerian Pendidikan (K-12EA).
Kegiatan tersebut mengundang para pejabat dan personel yang menangani program makan siang sekolah dari berbagai pemerintah daerah untuk mengunjungi SMP Ching Hai (清海國中).
Dalam acara tersebut, para ahli gizi dan tim makan siang sekolah berbagi pengalaman mengenai penerapan pola makan sehat serta pendidikan pertanian dan pangan di lingkungan sekolah.
Kepala Biro Pendidikan Kota Taichung Chiang Wei-min (蔣偉民) mengatakan kota tersebut mempekerjakan 86 ahli gizi sekolah yang setiap hari bertugas memeriksa bahan makanan dan mengawasi operasional dapur agar sesuai dengan peraturan kebersihan dan keamanan pangan.
Menurut biro tersebut, tim makan siang SMP Ching Hai selama ini menyusun menu berdasarkan standar gizi Kementerian Pendidikan dengan menggabungkan makanan lokal dan berbagai pendekatan pendidikan gizi.
Melalui program tersebut, para siswa dapat memahami asal-usul makanan yang mereka konsumsi sekaligus membangun kebiasaan makan yang seimbang, kata biro tersebut, seraya menambahkan bahwa kualitas makan siang sekolah itu telah lama mendapat penilaian positif dari para siswa.
Biro tersebut mengatakan pihaknya berharap pertukaran pengalaman tersebut dapat meningkatkan pemahaman mengenai pola makan sehat di kalangan sekolah serta membantu memastikan para siswa mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi.
(Oleh Chao Li-yen dan Agoeng Sunarto)