Taipei, 27 Mei (CNA) Jakarta Taipei School (JTS) baru-baru ini menggelar perayaan hari jadi ke-35 yang dihadiri guru, siswa, alumni, serta tamu undangan dari berbagai kalangan, sekaligus mengumumkan dimulainya persiapan pembentukan ikatan alumni guna menghimpun jaringan lulusan di dalam dan luar negeri untuk meneruskan semangat sekolah Taiwan di Indonesia.
Menurut pihak sekolah, JTS merupakan salah satu dari empat sekolah Taiwan di Asia Tenggara yang dibina oleh Kementerian Pendidikan Taiwan dan menerapkan sistem pendidikan Taiwan dengan pengajaran tiga bahasa, yakni Mandarin, Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Kepala sekolah Chang Chin-fu (張晉福) mengatakan acara hari Jumat (22/5) dihadiri Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) Bruce Hung (洪振榮), serta empat mantan perwakilan Taiwan untuk Indonesia, yaitu John Chen (陳忠), Cheng Wen-hua (鄭文華), Hsia Li-yan (夏立言), Chang Liang-jen (張良任).
Turut hadir pula Ketua Dewan Pengurus Soong Pei-min (宋培民), pendiri sekolah Lee Mou-cheng (李謀誠), serta kepala sekolah pertama JTS, Chou Hsien-ming (周憲明).
Dalam sambutannya, Cheng Wen-hua, yang turut terlibat dalam pendirian sekolah 35 tahun lalu, mengatakan sekolah tersebut dibangun berkat gotong royong komunitas pengusaha Taiwan di Indonesia yang menyumbangkan berbagai bahan bangunan dan perlengkapan pendidikan di tengah keterbatasan sumber daya.
Ia menambahkan bahwa sekolah itu juga mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia serta berbagai lembaga di Taiwan, dan kini telah melahirkan banyak profesional dari berbagai bidang.
Sementara itu, Chou mengatakan JTS memiliki posisi unik di antara hampir 400 sekolah internasional di Indonesia karena menjadi salah satu dari sedikit sekolah yang mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia dan Taiwan secara bersamaan.
Ia berharap sekolah tersebut dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak pada masa mendatang.
Koordinator persiapan ikatan alumni sekaligus lulusan JTS tahun 2004, Chang Chao-hsiung (張詔雄), mengatakan pembentukan organisasi alumni diumumkan bertepatan dengan perayaan 35 tahun sekolah untuk memperkuat hubungan antaralumni yang kini banyak tersebar di berbagai negara.
Menurutnya, organisasi tersebut nantinya diharapkan menjadi wadah pertukaran dan kolaborasi alumni sekaligus menghimpun sumber daya lulusan yang menguasai tiga bahasa untuk berkontribusi kembali kepada almamater.
Ia menambahkan bahwa proses persiapan akan dilakukan selama satu tahun dengan target pembentukan resmi ikatan alumni pertama pada perayaan hari jadi sekolah ke-36 tahun depan.
(Oleh Gwyneth Sharon dan Jennifer Aurelia)