Taipei, 16 Juli (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Kamis (16/7) menyatakan solidaritas dengan para pemilik toko buku independen dan mendesak pemerintah Hong Kong untuk menghormati keberagaman pandangan setelah pihak berwenang menggerebek dua toko buku dan menangkap lima orang sehari sebelumnya.
"Setiap toko buku independen adalah benteng penting bagi gagasan," tulis Lai dalam sebuah unggahan di media sosial.
Lai mengatakan beberapa toko buku independen di Hong Kong telah digeledah dan orang-orang yang terkait dengan mereka ditangkap.
"Kebebasan penerbitan, membaca, dan berbicara berada di bawah tekanan yang terus-menerus dan serius," tulisnya.
Pihak berwenang Hong Kong pada Rabu menggeledah Greenfield Book Store dan Have a Nice Stay, keduanya di Mong Kok, dan menangkap lima orang yang terkait dengan toko-toko tersebut atas dugaan pelanggaran keamanan nasional.
Media lokal melaporkan bahwa kelima individu tersebut ditangkap karena mengimpor buku-buku yang dianggap menghasut, termasuk versi bahasa Mandarin dari "Let Only Red Flowers Bloom: Identity and Belonging in Xi Jinping's China" yang diterbitkan oleh penerbit Taiwan.
Pihak berwenang telah menggeledah empat toko buku di Hong Kong tahun ini.
Ketika buku-buku berisiko menjadi barang bukti yang memberatkan dan toko buku dipaksa untuk melakukan sensor mandiri, kebebasan berekspresi dan diskursus publik menjadi terbatasi, tulis Lai.
Mengacu pada era darurat militer di Taiwan, ketika publikasi disensor dan kebebasan berekspresi ditekan, Lai mengatakan Taiwan memahami bahwa kebebasan dan demokrasi tidak didapatkan dengan mudah.
"Kami ingin menyampaikan keprihatinan dan rasa hormat kami kepada seluruh staf toko buku dan pekerja budaya yang tetap teguh dalam menghadapi kesulitan. Kata-kata dan gagasan tidak boleh dibelenggu oleh tekanan politik," tulis Lai.
"Taiwan akan terus menjaga demokrasi dan kebebasan yang telah diperjuangkan dengan susah payah. Kami berharap suara yang beragam dan hak-hak dasar di Hong Kong diperlakukan dengan hormat dan perlindungan yang semestinya."