Taipei, 10 April (CNA) Jaksa pada hari Rabu (8/4) mendakwa 28 individu dan empat perusahaan terkait tumpahan minyak pada November 2025 yang mencemari air ledeng kepada lebih dari 100.000 rumah tangga di Keelung dan Distrik Xizhi, New Taipei.
Chiang Cheng Co., Ltd., sebuah perusahaan pembersihan limbah, dan sembilan pejabatnya didakwa atas pembuangan limbah ilegal, pelaporan palsu, pembuangan air limbah tanpa izin, dan pelepasan zat berbahaya ke sumber air, yang melanggar Undang-Undang Pembuangan Limbah, Undang-Undang Pengendalian Pencemaran Air, dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, kata jaksa.
Tiga perusahaan lain yang berbasis di Kaohsiung, Kabupaten Miaoli, dan Taoyuan, bersama dengan 19 pejabat mereka, juga didakwa atas pembuangan limbah ilegal dan pelaporan palsu.
Perusahaan yang berbasis di Taoyuan dan stafnya menghadapi dakwaan tambahan karena mengeluarkan sertifikat pembuangan limbah palsu.
Menurut jaksa, Chiang Cheng, yang tidak memiliki izin yang sesuai, menyewa lahan parkir di kawasan konservasi air di Distrik Nuannuan, Keelung dan mendirikan fasilitas ilegal untuk memproses limbah minyak kapal sejak tahun 2020.
Air limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan minyak-air dibuang tanpa pengolahan ke Sungai Keelung, yang akhirnya masuk ke sistem pasokan air dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Jaksa mengatakan perusahaan tersebut juga memperoleh limbah minyak dari perusahaan di Kaohsiung dan menjual minyak olahan ke perusahaan di Miaoli dan Taoyuan, yang diduga menjualnya kembali sebagai minyak industri. Untuk menutupi operasi tersebut, Chiang Cheng bersekongkol dengan perusahaan Taoyuan untuk memalsukan catatan yang menunjukkan limbah telah dibuang dengan benar.
Keempat perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan ilegal sebesar NT$402,97 juta (Rp216,594,722,823), di mana NT$305,22 juta telah disita, kata jaksa.
Juga pada hari Rabu, Wei Chin-long (魏金龍), wakil direktur cabang pertama Taiwan Water Corporation, mengatakan perusahaan akan menuntut kompensasi.
Ia menambahkan bahwa patroli di hulu sepanjang Sungai Keelung telah ditingkatkan menjadi setiap dua jam sekali, bersamaan dengan peningkatan sistem penangkapan polutan dan pemurnian air.
Pada hari Kamis, Pemerintah Kota Keelung mengatakan telah mendenda Chiang Cheng sebesar NT$22,146 juta dan mencabut izin pembuangan limbahnya.
Dalam konferensi pers, Wali Kota Keelung Hsieh Kuo-liang (謝國樑) mengatakan perusahaan tersebut sebelumnya telah didenda 10 kali atas pelanggaran terkait pembuangan limbah, polusi udara, dan polusi air, menggambarkannya sebagai pelaku berulang yang sengaja menghindari pengawasan.
Ia mengatakan hukuman terbaru ini bertujuan untuk menekan pelanggaran berkelanjutan dan mencegah kasus serupa.
Chien Yi-che (簡翊哲), kepala Departemen Pekerjaan Umum kota, mengatakan pihak berwenang telah meningkatkan pemantauan kualitas air bekerja sama dengan Taiwan Water Corp. dan Badan Sumber Daya Air.
Kota juga telah mengalokasikan NT$1 juta untuk peningkatan pengambilan sampel di lima instalasi pengolahan air, tambahnya.
Selesai/IF