Taipei, 24 Mar. (CNA) Jaksa Yunlin pada hari Senin (23/3) mendakwa 10 orang karena mencuci lebih dari NT$33 miliar (Rp17,4 triliun) hasil perjudian ilegal melalui kasino di Makau.
Dalam siaran pers, Kantor Kejaksaan Distrik Yunlin mengatakan penyelidikan dimulai pada November tahun lalu setelah Biro Investigasi Kriminal menerima informasi tentang kelompok kriminal yang merekrut "kuda uang" untuk mencuci dana ke luar negeri.
Beberapa penggerebekan dilakukan di Taipei, Taichung, dan New Taipei, di mana hampir dua lusin orang ditangkap.
Tersangka utama, seorang pria berusia 37 tahun bermarga Chen (陳) dan seorang pria berusia 36 tahun bermarga Lin (林), masih buron dan dicari dengan surat perintah penangkapan selama 20 tahun, menurut kantor kejaksaan.
Penyidik menemukan bahwa Chen dan Lin, yang mengoperasikan jaringan perjudian online, bekerja sama dengan dua individu bermarga Liao (廖) dan Chou (周) untuk merancang skema pencucian uang khusus yang menyalurkan hasil ilegal melalui akun kartu kredit para perekrut sebagai pembayaran di muka, sehingga meningkatkan batas pengeluaran mereka.
Para kuda uang diminta untuk bepergian ke Makau dan menggunakan kartu kredit di kasino lokal, yang memiliki cadangan uang tunai besar dan pengawasan transaksi pelanggan yang longgar, untuk menukar dana dengan chip, pura-pura berjudi, dan kemudian menukar kembali chip tersebut menjadi mata uang legal di Makau.
Melalui skema ini, para kuda uang tidak hanya mendapatkan batas kredit yang lebih tinggi tetapi juga komisi tambahan sebesar 3-4,5 persen karena membantu pencucian uang, kata jaksa.
Penyidik melacak lebih dari NT$278 juta yang diproses oleh para kuda uang, sementara total dana yang mengalir melalui berbagai akun dalam skema tersebut mencapai NT$33 miliar.
Jaksa menyelesaikan penyelidikan pada hari Senin dan mengajukan tuntutan terhadap Chen, Lin, Liao, dan tujuh orang lainnya berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Pencucian Uang dan pelanggaran terkait lainnya.
Selesai/ML