CIB: Tersangka pencucian uang asal Taiwan ditembak mati di Kamboja

24/03/2026 18:42(Diperbaharui 24/03/2026 18:42)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Biro Investigasi Kriminal. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Biro Investigasi Kriminal. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 24 Mar. (CNA) Biro Investigasi Kriminal (CIB) mengonfirmasi laporan media pada hari Selasa (24/3) bahwa seorang tersangka asal Taiwan yang terkait dengan kasus pencucian uang beberapa tahun lalu telah ditembak mati di Kamboja.

Dalam pernyataan singkat, CIB mengonfirmasi kematian Lin Ping-wen (林秉文) namun mengatakan bahwa pihak berwenang Kamboja telah menyatakan bahwa keadaan terkait kematiannya masih dalam penyelidikan.

Biro tersebut menambahkan bahwa petugas penghubungnya dan kantor perwakilan Taiwan di Kota Ho Chi Minh sedang membantu keluarga Lin dengan berbagai pengaturan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Foto mug shot Lin Ping-wen. (Sumber Foto : Dokumentasi otoritas setempat)
Foto mug shot Lin Ping-wen. (Sumber Foto : Dokumentasi otoritas setempat)

Pernyataan CIB tersebut muncul setelah media Taiwan TVBS melaporkan rumor bahwa Lin, seorang tokoh perjudian bawah tanah yang terkenal di Taiwan, telah melarikan diri ke Los Angeles, sementara sumber lain mengatakan ia disergap dan ditembak pada Senin malam di Sihanoukville, Kamboja.

Tersangka tersebut didakwa oleh Kejaksaan Distrik New Taipei pada Februari 2023 atas dugaan pencucian uang dalam kasus yang terkait dengan Kuo Che-min (郭哲敏), yang mengoperasikan klub pribadi di Taipei bernama "88 Lounge," yang kini telah ditutup.

Namun, Lin kemudian gagal hadir di pengadilan, sehingga jaksa menyita uang jaminannya sebesar NT$3 juta pada Desember 2024 dan memasukkannya ke dalam daftar buronan.

Sementara itu, Kuo ditangkap di Thailand pada Juli 2023 dan dipulangkan ke Taiwan setelah jaksa Taipei menuduhnya menangani transaksi valuta asing bawah tanah dengan total sekitar NT$2,7 miliar (1,4 triliun).

Ia juga kemudian didakwa di Taiwan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perbankan dan Undang-Undang Pengendalian Pencucian Uang.

(Oleh Huang Li-yun, Ko Lin, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.