Taipei, 18 Mar. (CNA) Selama bulan Ramadan, pusat penahanan Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) di Kabupaten Yilan menyesuaikan jadwal kegiatan tahanan secara fleksibel hingga menyusun menu khusus sesuai kebutuhan mereka, juga menggandeng pihak masjid untuk memerhatikan kesejahteraan warga binaan Muslim, kata NIA.
Agar tahanan Muslim dapat menjalankan puasa dengan tenang, pusat penahanan Yilan menyiapkan ruangan khusus yang mengurangi gangguan dari luar dan menempelkan arah kiblat di lantai, serta memperbolehkan mereka menyesuaikan pakaian untuk mempermudah ibadah, kata NIA dalam siaran pers, Selasa (17/3).
Petugas penampungan juga terus memberikan perhatian dan bantuan yang diperlukan kepada warga binaan Muslim, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang ramah agama serta menegaskan penghormatan dan toleransi pusat penahanan Yilan terhadap keberagaman budaya, menurut NIA.
Pusat penahanan Yilan juga kedatangan sejumlah pihak eksternal, termasuk penatua Masjid Longgang dan beberapa relawan yang menyapa warga binaan Muslim dan membagikan bantuan pada 10 Februari dan 2 Maret serta dari Masjid Taipei yang mengadakan kegiatan kepedulian pada Senin sore, kata NIA.
Salah satu warga binaan Muslim dikutip NIA mengatakan: "Bulan Puasa sangat penting bagi kami. Terima kasih kepada NIA yang tidak hanya memberikan penghormatan dan dukungan, tetapi juga bekerja sama dengan masjid untuk memberikan banyak bantuan, sehingga puasa dapat berjalan dengan lancar."
Chuang Yi-chiang (莊懿強), kepala pusat penahanan Yilan, menyatakan bahwa selama bertugas, petugas harus terus berinteraksi dengan tahanan dari berbagai negara, sehingga menghormati dan memahami keberagaman budaya telah menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki seluruh personel.
Ke depannya, kata Chuang, pusat penahanannya akan terus meningkatkan upaya perhatian dan interaksi dengan warga binaan, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi sosial, demi menciptakan lingkungan penampungan yang ramah dan beragam.
Selesai/ML