Taipei, 15 Mar. (CNA) Ketua salah satu organisasi jaringan ritel terbesar di Taiwan hari Jumat (13/3) menyatakan pihaknya berharap pemerintah membuka izin bagi sektor mereka untuk mempekerjakan pekerja asing, guna meredakan kekurangan tenaga kerja.
Di sebuah acara Tahun Baru Imlek, Ketua Pendiri Taiwan Chain Stores and Franchise Association (TCFA) Weng Chao-hsi (翁肇喜) dalam sambutannya mengatakan sektor jasa di Taiwan menghadapi kekurangan tenaga kerja yang parah, sehingga sektor jasa berharap dapat diizinkan mempekerjakan pekerja asing.
Dalam wawancara setelah acara, Ketua TCFA Tsai Te-chung (蔡德忠) mengatakan sebagian kecil sektor jasa memang mempekerjakan mahasiswa asing melalui kerja sama pendidikan atau program khusus dengan Kementerian Pendidikan atau sekolah, tetapi secara keseluruhan tenaga kerja tetap tidak mencukupi.
Pemerintah, menurutnya, sebelumnya cukup konservatif dalam membuka sektor jasa bagi pekerja asing, terutama karena kekhawatiran akan berkurangnya kesempatan kerja tenaga kerja lokal atau eksodus pekerja dari sektor manufaktur jika sedang melemah.
Namun, kata Tsai, tenaga kerja Taiwan kini jelas tidak mencukupi, sehingga asosiasinya berharap dapat berdiskusi dengan pemerintah secara kelembagaan untuk mencari solusi yang layak.
Tsai juga menekankan bahwa pekerjaan garis depan di gerai tetap memerlukan kemampuan bahasa Mandarin pada tingkat tertentu.
Pekerja asing dapat bertugas di pekerjaan pendukung di gerai seperti pengisian ulang stok dan penataan barang, atau berperan di belakang layar seperti dapur pusat atau logistik.
Tsai juga mengatakan sektor jasa saat ini memperlihatkan tren "yang besar semakin besar", di mana perusahaan dengan merek yang kuat memiliki kinerja yang stabil, sedangkan yang lebih lemah menghadapi tekanan operasional yang lebih besar.
Secara keseluruhan, kata Tsai, pihaknya memperkirakan kinerja sektor jasa tahun ini berpeluang lebih baik daripada tahun lalu.
Sebelumnya, pemerintah Taiwan pada Oktober tahun lalu telah menyetujui paket peraturan yang akan mengizinkan perekrutan pekerja migran untuk sektor jasa, tetapi wacana tersebut terbatas di industri tertentu saja, terutama perhotelan.
(Oleh Ho Hsiu-ling dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja