Apakah kemampuan bahasa Mandarin bisa antar migran terbang lebih tinggi di Taiwan?

02/02/2026 18:26(Diperbaharui 02/02/2026 18:26)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Global Workers
(Sumber Foto : Global Workers' Organization, Taiwan)

Oleh Elly Wu, Phoenix Hsu, Chen Chih-chung, dan Jason Cahyadi, reporter dan penulis staf CNA

Berbagai pengalaman pekerja migran dan mahasiswa asing menunjukkan bahwa tujuan mereka belajar bahasa Mandarin bukan hanya untuk bekerja di Taiwan, tetapi juga untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Sementara itu, pemberi kerja melihat kemampuan Mandarin yang baik sebagai keunggulan yang berarti.

Trinh Thi Anh dari Vietnam sama sekali tidak bisa berbicara Mandarin saat tiba di Taiwan. Dua belas tahun kemudian, ia telah menjadi pekerja migran pertama di perusahaannya yang memegang posisi sumber daya manusia. "Belajar Mandarin dengan baik, membuat pekerjaan lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa asal Thailand, Tanadorn Komai, telah lulus sertifikasi bahasa Mandarin tingkat lanjut (B2). Tidak sampai setahun setelah lulus dari Pusat Bahasa Mandarin National Taiwan Normal University (NTNU). Ia tertarik dengan lingkungan Taiwan serta berharap bisa tinggal dan mendapatkan pekerjaan yang baik.

Vivian Felicia Yeo asal Indonesia, yang sedari kecil sudah terpapar Mandarin, berjuang untuk dapat menempuh studi di Taiwan. Keinginannya hidup di lingkungan berbahasa Mandarin menjadi salah satu alasannya, di samping keamanan, kenyamanan transportasi, serta keterjangkauan biaya kuliah dan hidup.

Kisah mereka menunjukkan belajar Mandarin adalah tujuan bersama mereka untuk tetap tinggal di Taiwan dan mengembangkan karier. Bak gayung bersambut, agensi tenaga kerja mengamati kekurangan pekerja di industri Taiwan sedang sangat serius, sementara pemberi kerja melihat kemampuan bahasa Mandarin sebagai nilai tambah.

Pengawas di Manpower Agencies Association of ROC, Chien Sheng-yuan (簡聖原), mengatakan kepada CNA bahwa bagi pekerja migran di pabrik, kemampuan berkomunikasi dengan karyawan Taiwan adalah kunci penting.

Kemampuan bahasa Mandarin menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan ketika pemberi kerja mempertimbangkan untuk menjadikan pekerja migran sebagai tenaga ahli asing yang menetap bekerja di Taiwan lebih lama, tambahnya.

Seorang pengusaha industri karet yang mempekerjakan pekerja migran juga mengatakan kepada CNA bahwa jika beberapa pekerja migran memiliki kemampuan teknis yang sama, "Yang fasih Mandarin pasti akan dipromosikan terlebih dahulu," karena instruksi di lapangan maupun komunikasi manajemen memerlukan bahasa.

Hsu Jui-hsi (徐瑞希), ketua Global Workers' Organization, Taiwan yang telah lama mengadakan kelas Mandarin untuk pekerja migran, juga mengatakan bahwa baru-baru ini banyak perusahaan mengundang pihaknya untuk membuka kelas di pabrik, bahkan meminta kursus lanjutan yang terhubung dengan tes kemampuan bahasa Mandarin.

Hal ini karena di tengah tekanan kekurangan tenaga kerja, pemberi kerja berharap pekerja migran tidak hanya menjadi tenaga dasar, tetapi juga dapat mengambil peran manajerial untuk membimbing pekerja baru, mengelola sebagian pekerjaan, atau bahkan terlibat dalam tugas teknis, menurutnya.

Hsu mengatakan bahwa ada banyak perusahaan yang memperluas bisnis di Asia Tenggara. Pekerja migran yang meningkatkan kemampuan bahasa Mandarinnya, jika suatu saat tidak lagi tinggal di Taiwan, dapat direkrut sebagai manajer lokal, staf bisnis, atau tenaga teknis di negara asalnya, menjadi pegawai untuk pabrik yang dibuka di luar negeri, ujarnya.

Chen Po-hsi (陳柏熹), direktur eksekutif Steering Committee for the Test of Proficiency-Huayu yang menggelar Ujian Kemampuan Bahasa Mandarin (TOCFL), mengatakan bahwa pekerja migran yang memiliki kemampuan bahasa akan memiliki lebih banyak kesempatan kerja.

Setiap industri, bahkan setiap jabatan, memiliki kebutuhan bahasa yang berbeda, tambahnya. Ia pun menyarankan agar perusahaan bekerja sama dengan pusat bahasa Mandarin universitas untuk membuka kursus singkat yang sesuai dengan kebutuhan, seperti kosakata profesional dan pertanyaan umum.

Di antara berbagai tempat bagi warga asing untuk belajar Mandarin di Taiwan, Pusat Bahasa Mandarin NTNU menjadi salah satu yang ternama.

Tsai Ya-hsun (蔡雅薰), direktur pusat tersebut, mengatakan bahwa kurikulum mereka dibagi menjadi sembilan tingkat dan menyediakan materi serta kursus yang beragam sesuai minat belajar siswa, seperti Mandarin untuk berbagai industri, aplikasi bisnis, multimedia, dan lain-lain.

Kursus juga dikombinasikan dengan pembelajaran budaya dan kunjungan perusahaan, sehingga para siswa dapat lebih mengenal Taiwan dan berinteraksi lebih banyak dengan penutur asli, sekaligus memahami kondisi industri bagi mereka yang tertarik bekerja di negara tersebut, tambahnya.

Tsai menambahkan, kemampuan Mandarin siswa asing yang bahkan tidak memiliki dasar sama sekali pun bisa mencapai tingkat menengah dalam waktu sekitar satu tahun, jika belajar secara bertahap di pusat bahasa.

Mereka sudah mampu berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, dan tingkat ini sudah cukup untuk bekerja di perusahaan Taiwan, tambahnya.

Bahkan jika kembali ke perusahaan Taiwan di negara asal pun, mereka tetap memiliki daya saing yang tinggi dalam dunia kerja, menurut Tsai.

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.