Taipei, 29 Agu. (CNA) Calon Menteri Kesehatan Taiwan, Shih Chung-liang (石崇良), Kamis (28/7) mengatakan bahwa mengatasi kepadatan di instalasi gawat darurat (IGD) akan menjadi salah satu prioritas utamanya setelah ia menjabat pekan depan.
Shih, yang saat ini memimpin Direktorat Jenderal Asuransi Kesehatan Nasional (NHIA), akan mengambil peran barunya pada Senin depan, menggantikan Chiu Tai-yuan (邱泰源) sebagai bagian dari perombakan Kabinet yang diumumkan hari Rabu.
"Dalam hal ketahanan medis, prioritas utama kami tentu saja adalah mengatasi kepadatan di IGD," kata Shih dalam konferensi pers di Taipei mengenai tujuannya setelah mengambil alih Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW).
"Jika IGD terus-menerus padat, tidak akan ada ketahanan yang nyata," tambahnya, seraya mengatakan bahwa ketika terjadi krisis, kapasitas sektor medis sudah terlalu terbebani, sehingga menyisakan jauh lebih sedikit kapasitas lonjakan untuk merespons secara efektif.
Mengutip laporan investigasi terbaru dari Yuan Legislatif, media lokal berbahasa Mandarin mnews melaporkan pada 18 Agustus bahwa pada kuartal pertama 2025, sebanyak 77.000 pasien menunggu lebih dari 24 jam di IGD sebelum dipindahkan ke ruang perawatan, yang mencakup 3,75 persen dari total penerimaan darurat, naik dari sekitar 3,32 persen pada 2023.
Laporan tersebut menambahkan bahwa jika situasi kepadatan ini tidak diatasi, jumlah pasien yang menunggu lebih dari 24 jam di IGD setiap tahunnya bisa melebihi 300.000 orang.
Untuk meningkatkan perputaran tempat tidur dan mempercepat penerimaan pasien IGD, Shih mengatakan pihak berwenang akan memperkenalkan model pemulangan dini dengan dukungan (ESD), di mana pasien yang sudah stabil dapat dipindahkan lebih cepat ke perawatan di rumah atau rawat jalan.
Shih juga mencatat bahwa sekitar 80 persen kasus di IGD adalah kasus ringan dan tidak memerlukan rawat inap. "Namun, ketika pasien dengan kondisi ringan ini membanjiri IGD, tetap saja menambah beban kerja tenaga medis dan memengaruhi efisiensi pelayanan," tambahnya.
Sebagai dokter spesialis gawat darurat, Shih mengatakan sangat penting untuk mengalihkan pasien dari IGD yang padat, terutama selama hari libur ketika sebagian besar klinik komunitas tutup.
Untuk mengatasi masalah ini, ia mengatakan akan terus mendorong pendirian Pusat Perawatan Darurat (UCC), yang akan beroperasi pada hari libur untuk menangani kondisi mendesak namun tidak kritis, seperti penjahitan luka dan masalah pediatri umum.
NHIA pada akhir Juli mengumumkan bahwa program percontohan UCC dapat dimulai paling cepat Oktober di enam kota istimewa di Taiwan.
"Ke depannya, kami juga akan mendorong beberapa klinik komunitas untuk buka pada hari libur dengan memberikan insentif agar dapat mengalihkan pasien dari IGD," tambah Shih.
Ketika ditanya apakah premi NHI tidak akan dinaikkan selama masa jabatannya sebagai Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Shih mengatakan ia tidak dapat memberikan jawaban pasti.
"Jika saya hanya menjabat selama satu tahun, saya bisa mengatakan premi tidak akan dinaikkan," katanya. "Namun, saya tidak tahu berapa lama saya akan menjabat, jadi saya tidak bisa dengan mudah berjanji apa yang tidak akan dilakukan selama masa jabatan saya -- yang bisa saya katakan adalah apa yang akan saya lakukan selama menjabat."
Ia mengatakan bahwa mengingat kondisi keuangan NHI saat ini, pada akhir tahun nanti akan terkumpul surplus yang melebihi dana cadangan satu bulan.
"Berdasarkan data objektif, kemungkinan kenaikan premi tahun depan sangat kecil," katanya.
Selesai/IF