Taipei, 29 Agu. (CNA) Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) dalam Doa Pagi Nasional 2025 di Taiwan, Jumat (29/8) mengatakan bahwa rakyat Taiwan telah menunjukkan nilai demokrasi dengan merangkul perbedaan dan saling terhubung satu sama lain.
Tahun lalu telah diwarnai perubahan besar dalam situasi global, kata Hsiao pada acara keagamaan tersebut di Taipei, yang juga dihadiri 32 perwakilan asing dari sepuluh negara, termasuk Indonesia.
"Di tengah masa-masa penuh gejolak, [kami] melihat ketahanan Taiwan, dan rakyatnya terus merangkul perbedaan, saling terhubung, dan menunjukkan nilai-nilai demokrasi yang paling dijunjung tinggi," ujarnya.
Hsiao juga berdoa untuk bangsa, menyatakan harapan bahwa "Perpecahan dan konfrontasi di dalam masyarakat kita" dapat diselesaikan.
Ia tidak merinci tantangan eksternal atau domestik yang dihadapi Taiwan, namun kampanye yang didukung Partai Progresif Demokratik untuk memakzulkan 31 legislator Kuomintang baru-baru ini berakhir dengan kekalahan.
Hasil tersebut mendorong perombakan Yuan Eksekutif (Kabinet) pekan ini, dengan Presiden Lai Ching-te (賴清德) berjanji untuk meningkatkan dialog dengan oposisi mengenai isu-isu utama bangsa.
Pada saat yang sama, ekonomi Taiwan sedang menghadapi tarif sebesar 20 persen yang dikenakan Amerika Serikat pada sebagian besar barang impor dari Taiwan dan potensi bea masuk pada produk semikonduktor serta produk teknologi informasi dan komunikasi.
Selesai/IF/ML