Pakar ingatkan risiko privasi dalam perawatan kesehatan cerdas di forum Taipei

29/08/2025 12:26(Diperbaharui 29/08/2025 13:03)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Marcelo Corrales Compagnucci, seorang profesor madya di Center for Advanced Studies in Bioscience Innovation Law, Universitas Kopenhagen. (Sumber Foto : CNA, 28 Agustus 2025)
Marcelo Corrales Compagnucci, seorang profesor madya di Center for Advanced Studies in Bioscience Innovation Law, Universitas Kopenhagen. (Sumber Foto : CNA, 28 Agustus 2025)

Taipei, 29 Agu. (CNA) Seorang profesor dari Denmark yang mengkhususkan diri dalam aspek hukum teknologi baru, termasuk Kecerdasan Buatan (AI), menyoroti pentingnya melindungi privasi pasien di era "perawatan kesehatan cerdas" dalam sebuah forum di Taipei pada hari Kamis (28/8).

Marcelo Corrales Compagnucci, seorang profesor madya di Center for Advanced Studies in Bioscience Innovation Law, Universitas Kopenhagen, menyampaikan pernyataan tersebut dalam forum yang diselenggarakan oleh TaiwanICDF, sebuah lembaga bantuan luar negeri yang didanai pemerintah.

Dalam pidato utamanya yang berjudul "Membangun AI yang Etis dan Dapat Dipercaya untuk Masa Depan Perawatan Kesehatan Cerdas," Corrales mengatakan fasilitas kesehatan publik di seluruh dunia telah memanfaatkan penggunaan AI dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan layanan kesehatan.

Namun, praktik-praktik tersebut dan penggunaan aplikasi seluler populer, seperti aplikasi pelacak menstruasi, menimbulkan kekhawatiran atas isu pelanggaran privasi pengguna/pasien, katanya.

Sebagai contoh, ia mengatakan, pada tahun 2015, perusahaan AI milik Google, DeepMind, diberikan catatan pribadi 1,6 juta pasien di Royal Free London NHS Foundation Trust, yang memicu kekhawatiran publik tentang penggunaan data kesehatan pribadi oleh perusahaan teknologi.

"Masalahnya saat itu adalah persetujuan dan bagaimana data tersebut digunakan," katanya, karena "banyak dari pasien ini tidak dimintai persetujuan."

"Pelajaran utama yang didapat di sini adalah bahwa AI dalam kesehatan harus dibangun di atas transparansi dan penghormatan terhadap otonomi," ujarnya.

"Pasien perlu diberi informasi dan sistem harus memastikan dasar hukum -- persetujuan atau dasar sah lainnya -- bukan hanya mengasumsikan data dapat digunakan kembali," tambahnya.

Corrales mengutip pedoman AI yang dapat dipercaya dari Uni Eropa, yang berfokus pada beberapa persyaratan utama untuk sistem AI seperti agensi dan pengawasan manusia, ketahanan teknis dan keselamatan, privasi dan tata kelola data, transparansi, dan akuntabilitas, sebagai contoh persyaratan agar AI menjadi sah dan etis.

Corrales menyampaikan pidato tersebut dalam edisi kedua Development Focus Forum yang diselenggarakan oleh TaiwanICDF.

Berbicara pada pembukaan forum setengah hari tersebut, Peifen Hsieh (謝佩芬), wakil kepala TaiwanICDF, mengatakan perawatan kesehatan cerdas merupakan salah satu bagian utama dari Proyek Kemakmuran Sekutu Diplomatik (榮邦計劃) yang diluncurkan oleh Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) pada Mei 2024 untuk memperdalam hubungan substantif dengan sekutu dan negara-negara yang sejalan.

Taiwan saat ini membantu sekutunya di Amerika Selatan, Paraguay, dan Somaliland di Afrika untuk membangun "Sistem Informasi Kesehatan," kata Hsieh.

Hsieh mengatakan forum ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah platform, yang bertujuan mendorong dialog antara akademisi dan praktisi medis, untuk memperkuat pertukaran di antara mereka dan berupaya meningkatkan perawatan kesehatan cerdas serta kerja sama internasional.

(Oleh Joseph Yeh dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.