MND rinci kemungkinan skenario Tiongkok serang Taiwan dalam laporan ke Parlemen

29/08/2025 19:19(Diperbaharui 29/08/2025 19:19)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kapal induk Shandong milik Tentara Pembebasan Rakyat. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kapal induk Shandong milik Tentara Pembebasan Rakyat. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 29 Agu. (CNA) Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan pada Jumat (29/8) menyerahkan laporan tahun 2025 tentang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) kepada Yuan Legislatif (Parlemen), yang menguraikan skenario-skenario yang mungkin diambil Tiongkok dalam melancarkan perang terhadap Taiwan.

Laporan tersebut menyatakan Tiongkok telah meningkatkan tekanan militer dalam beberapa tahun terakhir dengan mengerahkan pesawat dan kapal perang untuk patroli di sekitar Taiwan, melakukan pelanggaran pesawat nirawak, dan mengadakan latihan terarah untuk menunjukkan kemampuannya menyerang pulau itu.

Laporan itu menambahkan bahwa Tiongkok juga menggunakan taktik "zona abu-abu" untuk mengaburkan batas-batas medan perang dan memperpendek waktu respons, sambil mengirim kelompok kapal induk ke Pasifik Barat untuk memamerkan kemampuan antiakses/penolakan area (A2/AD).

Sikap Tiongkok dirancang untuk mempertahankan efek jera dan menciptakan suasana siap perang, kata MND.

Mengenai kemungkinan waktu serangan, kementerian mencatat bahwa berdasarkan hukum Tiongkok, Beijing dapat menggunakan cara nondamai jika kekuatan kemerdekaan Taiwan menyebabkan pemisahan, insiden besar mengancam perpecahan, atau penyatuan damai dianggap tidak mungkin.

Sebagai perbandingan, Laporan Kekuatan Militer Tiongkok 2024 dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menguraikan enam pemicu potensial: deklarasi kemerdekaan formal, tindakan prokemerdekaan lainnya, kerusuhan di Taiwan, akuisisi senjata nuklir, terhentinya pembicaraan reunifikasi, atau intervensi militer asing.

Dalam laporannya, MND menguraikan empat skenario kemungkinan di mana PLA dapat meningkatkan dari pelatihan ke pertempuran nyata.

Ini termasuk mengadakan latihan terarah di dekat Taiwan dan pulau-pulau terluarnya, bahkan di perairan terbatas dalam radius 24 mil laut; melakukan patroli rutin, penempatan jarak jauh, dan latihan gabungan udara-laut antara rantai pulau pertama dan kedua untuk mensimulasikan serangan terhadap militer dan infrastruktur Taiwan; mendeklarasikan zona larangan berlayar untuk latihan tembak langsung atau blokade; serta mengerahkan kapal penjaga pantai dan milisi untuk menaiki, menyita, atau menghalangi kapal di dekat pelabuhan Taiwan.

Laporan tersebut juga menyoroti tujuan Tiongkok untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya pada tahun 2035, termasuk mengembangkan jet tempur generasi keenam, sambil memanfaatkan Prakarsa Sabuk dan Jalan untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara Indo-Pasifik, melawan strategi Indo-Pasifik yang dipimpin AS, dan mendorong isolasi internasional Taiwan.

(Oleh Matt Yu, Ko Lin, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.