Taipei, 29 Agu. (CNA) Wakil Ketua Yuan Legislatif (Parlemen) Johnny Chiang (江啟臣) pada Jumat (29/8) menekankan pentingnya multilateralisme dan diplomasi parlemen dalam sambutannya pada penutupan Sidang Umum Persatuan Parlemen Asia-Pasifik (APPU) di Taipei.
Meskipun memiliki latar belakang politik, ekonomi, dan budaya yang beragam, para anggota delegasi terlibat dalam diskusi terbuka mengenai keamanan energi, pembangunan berkelanjutan, dan infrastruktur penting, kata Chiang.
Pada akhirnya, mereka mencapai konsensus dan secara bulat mengadopsi beberapa resolusi yang bertujuan untuk memajukan visi bersama tentang keberlanjutan di Asia-Pasifik, tambahnya.
Hadir mewakili Ketua Parlemen Han Kuo-yu (韓國瑜), Chiang ikut menandatangani komunike bersama dengan para kepala delegasi dari negara anggota dan calon anggota, serta Eiichi Suzuki, sekretaris jenderal Sekretariat Pusat APPU.
Menurut rilis Parlemen, komunike tersebut mengonfirmasi pengesahan delapan resolusi, termasuk tiga yang diusulkan Taiwan.
Salah satu resolusi Taiwan mendesak anggota APPU untuk bergabung dengan inisiatif Platform Kolaborasi Sampah Laut Regional Indo-Pasifik guna mempromosikan lingkungan laut yang berkelanjutan.
Sidang juga menyetujui Jepang sebagai tuan rumah Sidang Umum APPU ke-54 dan Pertemuan Dewan ke-88 pada 2026, dengan Palau yang berikutnya pada 2027, menurut rilis tersebut.
Chiang menambahkan bahwa acara ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai dasar APPU yaitu kebebasan, demokrasi, dan antikomunisme, tetapi juga menyoroti semakin pentingnya multilateralisme dan diplomasi parlemen dalam lanskap internasional yang terus berubah saat ini.
Didirikan pada 1965 oleh para legislator dari Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Thailand, APPU bertujuan untuk mempromosikan kebebasan dan demokrasi sebagai dasar bagi perdamaian dan kemakmuran di Asia.
Sidang Umum APPU ke-53 berlangsung di Taipei pada Kamis dan Jumat.
Selesai/IF