Taipei, 31 Mei (CNA) Kementerian Urusan Digital Taiwan (MODA) baru-baru ini mengatakan bahwa masyarakat harus waspada terhadap risiko keamanan siber yang ditimbulkan oleh empat aplikasi seluler buatan Tiongkok, termasuk Amap, yang saat ini menempati peringkat teratas dalam daftar unduhan aplikasi navigasi di Android dan iOS di Taiwan.
Tiga aplikasi lain yang dibahas dalam tinjauan tersebut adalah platform video bilibili dan iQIYI, serta aplikasi pesan BIMOBIMO, menurut Direktorat Jenderal Keamanan Siber (ACS) MODA, yang mengumumkan temuan tersebut dalam sebuah konferensi pers di Taipei.
Direktur Jenderal ACS Tsai Fu-Longe (蔡福隆) mengatakan bahwa kekhawatiran utama terhadap aplikasi buatan Tiongkok adalah bahwa aplikasi-aplikasi tersebut mentransmisikan data ke Tiongkok, yang menimbulkan "risiko yang lebih besar terhadap keamanan nasional" dan hal ini ingin disampaikan oleh agensinya kepada publik.
Pejabat senior ACS Lee Yu-wei (李昱緯) menambahkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Keamanan Siber dan Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok, perusahaan-perusahaan di balik keempat aplikasi tersebut dapat diwajibkan untuk menyerahkan data pengguna, termasuk data pengguna Taiwan, kepada otoritas Tiongkok.
ACS melakukan pengujian terhadap keempat aplikasi tersebut menggunakan 15 indikator dalam empat kategori: membaca data dari aplikasi lain, mengumpulkan dan membagikan data pengguna, mengakses informasi perangkat pengguna, dan membaca aktivitas pengguna.
Di antara keempat aplikasi tersebut, Amap memiliki jumlah perilaku berisiko tertinggi, dengan 11 perilaku terdeteksi pada perangkat Android dan delapan pada perangkat iOS, kata Lee.
Faktor risiko yang ditemukan pada kedua sistem operasi tersebut termasuk terus-menerus membaca lokasi pengguna, mengakses kontak, data audiovisual, dan izin mikrofon, ujarnya.
Menurut Tsai, ACS membandingkan Google Maps dan Amap dan menemukan bahwa pengembang Tiongkok meminta lebih banyak izin terkait privasi dan versi Android-nya diketahui mentransmisikan data meskipun aplikasi dalam keadaan tertutup.
Ia mengatakan pengguna harus tetap waspada terhadap risiko yang ditimbulkan oleh semua aplikasi, tidak hanya yang buatan Tiongkok, dengan memeriksa apakah izin yang diminta masuk akal dan menggunakan alat keamanan siber jika diperlukan.
Selesai/ML