Taipei, 31 Mei (CNA) Institut Riset Perikanan Taiwan telah mengembangkan bubuk minuman instan kaya protein dari kepala ikan kerapu, membantu memanfaatkan bagian ikan yang sebelumnya mungkin terbuang sia-sia, dan kini sedang bekerja sama dengan mitra komersial untuk memasarkannya.
Kementerian Pertanian (MOA) mengatakan dalam siaran pers pada hari Selasa (26/5) bahwa permintaan ekspor untuk fillet kerapu beku Taiwan telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir, sehingga 20 persen daging ikan masih tersisa di kepala dan produk sampingan lainnya selama proses pengolahan.
Untuk mencegah daging tersebut terbuang sia-sia, institut di bawah MOA mempelajari berbagai opsi pemanfaatan kepala ikan dan berhasil mengubahnya menjadi suplemen nutrisi olahraga bekerja sama dengan Fu Jen Catholic University.
Institut tersebut mengatakan bahwa bubuk ini, sebuah hidrolisat tinggi protein (produk yang dihasilkan dari proses hidrolisis) yang berasal dari kepala kerapu dengan rahang yang telah dihilangkan, mengandung lebih dari 90 persen protein kasar.
Para peneliti kemudian menguji dampak bubuk tersebut terhadap kebugaran dan stamina. Mereka menggunakan sel otot rangka manusia secara in vitro untuk mensimulasikan kelelahan akibat olahraga dan menemukan bahwa bubuk tersebut dapat mengurangi akumulasi laktat dari metabolisme anaerobik setelah olahraga sebesar 13 persen.
Mereka juga menemukan bahwa tikus laboratorium yang diberi satu dosis bubuk tersebut mampu berlari 1,62 kali lebih lama dari biasanya, dan penyimpanan glikogen otot mereka meningkat hingga 1,64 kali lipat dari tingkat normal.
Institut tersebut mengatakan bahwa bubuk ini dapat memasuki pasar suplemen nutrisi olahraga yang berkembang pesat setelah dijual secara uji coba di toko kampus Universitas Katolik Fu Jen pada tahun 2025.
Saat ini, institut tersebut sedang mentransfer teknologi ini ke perusahaan swasta dengan harapan dapat mengomersialkan produk ini dalam skala yang lebih besar di masa depan.