LINTAS SELAT /Taiwan bantah tuduhan lakukan serangan siber ke Tiongkok

18/03/2025 12:55(Diperbaharui 18/03/2025 12:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Unsplash)
Foto untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Unsplash)

Taipei, 18 Mar. (CNA) Komando Pasukan Elektronik, Komunikasi, dan Informasi (ICEFCOM) Taiwan, Senin (17/3) membantah tuduhan Kementerian Keamanan Negara (MSS) Tiongkok bahwa mereka telah melancarkan serangan siber yang menargetkan infrastruktur internet Tiongkok untuk mendorong agenda "Kemerdekaan Taiwan."

Dalam sebuah unggahan di aplikasi jejaring sosial WeChat, MSS menuduh ICEFCOM sebagai boneka dari "Separatis kemerdekaan Taiwan," yang mengawasi serangan siber yang mencakup pengiriman sejumlah besar pesan pengelabuan dan propaganda serta penyebaran berita palsu di "Platform jejaring sosial arus utama."

Jelas bahwa tindakan yang diatur ICEFCOM itu adalah upaya terang-terangan untuk mendorong agenda "Kemerdekaan Taiwan" dari Partai Progresif Demokratik Taiwan, menurut unggahan tersebut.

Dalam unggahan itu, MSS mengatakan bahwa mereka baru-baru ini menemukan puluhan platform daring yang digunakan ICEFCOM untuk melancarkan serangan siber dan mengidentifikasi empat anggota komando yang dikatakan sebagai pemimpin serangan tersebut.

Unggahan tersebut mencakup foto wajah empat petugas militer Taiwan beserta nama, posisi, nomor Kartu Identitas Nasional, dan tanggal lahir mereka.

"Kemerdekaan Taiwan adalah jalan menuju kehancuran, dan mereka yang terlibat dalam aktivitas separatisme seperti itu harus dikenakan hukuman yang diperlukan sebagaimana ditentukan hukum," kata MSS.

Sebagai tanggapan, ICEFCOM mengatakan Tiongkok mengambil gambar dari domain publik untuk mendukung klaimnya bahwa empat petugas militer Taiwan itu berada di balik serangan siber.

Ini dibuat-buat tanpa dasar untuk mengintimidasi masyarakat Taiwan, kata mereka.

Dalam pernyataannya, ICEFCOM mencatat bahwa misinya adalah untuk menjaga informasi yang berkaitan dengan pertahanan negara dan memastikan keamanan siber.

Namun, Tiongkok tidak hanya meningkatkan ketegangan di kawasan Indo-Pasifik dan di seluruh dunia dengan pesawat tempur dan kapalnya, tetapi juga melakukan aktivitas "zona abu-abu" -- tindakan provokatif yang tidak sampai konflik terbuka -- termasuk serangan siber, yang telah dikritik komunitas internasional, kata ICEFCOM.

ICEFCOM mengatakan mereka akan melanjutkan misinya untuk melawan serangan siber musuh melalui peningkatan keamanan siber militer, sehingga meningkatkan keamanan negara.

(Oleh Sean Lin dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.