Taipei, 4 Apr. (CNA) Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung (林佳龍) hari Jumat (4/4) mengungkapkan rasa terima kasih kepada menteri luar negeri Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan atas perhatian mereka terhadap latihan tembakan langsung "Provokatif" Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok di sekitar Taiwan.
Dalam sebuah siaran pers, Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengatakan bahwa pernyataan bersama oleh tiga negara tersebut di Brussels pada Kamis menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah kesepakatan internasional dan merupakan masalah yang menarik perhatian global.
"Jelas bahwa Tiongkok adalah 'pengacau' dalam komunitas internasional, berusaha untuk mengubah status quo," kata MOFA.
Sebagai anggota yang bertanggung jawab dari komunitas global, Taiwan akan terus bekerja sama dengan mitra demokratis yang berpikiran sama seperti AS, Jepang, dan Korea Selatan untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran lintas Selat, kata MOFA.
Pernyataan tersebut dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap deklarasi yang dibuat Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Iwaya Takeshi, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Tae-yul setelah pertemuan mereka di Brussels pada Kamis.
Bagian dari pernyataan bersama mereka membahas ancaman Tiongkok terhadap Taiwan, termasuk latihan militer dua hari yang diluncurkan pada Selasa.
Baca juga: Militer Tiongkok lakukan latihan tembakan langsung di Laut China Timur
Dalam pernyataan tersebut, mereka menggambarkan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sebagai "Elemen yang tidak dapat dipisahkan dari keamanan dan kemakmuran bagi komunitas internasional" dan mengecam latihan militer terbaru Beijing sebagai "Tindakan provokatif."
Pada saat yang sama, pernyataan mereka tetap berpegang pada posisi Washington yang sudah ada tentang Taiwan, menentang "Upaya sepihak untuk mengubah status quo" sambil menyatakan dukungan untuk "Partisipasi yang berarti dari Taiwan dalam organisasi internasional yang sesuai."
Selesai/IF